Home Warta Kasus Masih Tinggi, Masyarakat Diminta Tak Mudik Idul Adha

Kasus Masih Tinggi, Masyarakat Diminta Tak Mudik Idul Adha

41
Mudik Idul Adha
Ilustrasi. (F: Pexels)
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id- Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas meminta masyarakat membatasi mobilitas dan tidak mudik selama Idul Adha. Hal itu karena penyebaran kasus Covid-19 semakin tinggi, bahkan angka positif sudah mencapai 50 ribuan lebih seharinya untuk seluruh Indonesia.

Tidak hanya klaster perusahaan atau tempat kerja saja. Sekarang ini ramai klaster keluarga.

“Sangat penting bagi masyarakat, untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kami berharap kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk saat ini, apalagi adanya varian delta,” kata Yaqut, dikutip dari kemenag.go.id, Sabtu (17/7/21).

Baca Juga:

Mudik saat Idul Adha, kata Yaqut dapat berpotensi membahayakan jiwa dan sarana penyebaran Covid-19. Yaqut mengatakan larangan mudik ini untuk melindungi seluruh warga negara Indonesia, dari penularan Covid-19

Selain itu, Yaqut meminta masyarakat mematuhi surat edaran Menag No SE 17 tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Iduladha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban 1442 H/2021 M di Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Ada tiga poin penting yang diatur dalam SE itu,” ucapnya.

Pertama, kegiatan peribadatan di rumah ibadah semua agama yang berada pada wilayah zona PPKM darurat, ditiadakan sementara. Kedua, penyelenggaraan malam takbiran di masjid atau musala, takbir keliling, serta penyelenggaraan Salat Idul Adha di masjid maupun musala yang berada pada wilayah zona PPKM darurat, ditiadakan sementara.

Ketiga, lanjut Menag, SE 17/2021 mengatur petunjuk teknis pelaksanaan kurban. Misalnya, dilakukan sesuai syariat Islam dalam rentang waktu yang tersedia (11-13 Zulhijjah) agar tidak terjadi kerumunan.

Pemotongan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia atau di luar RPH-R dengan menerapkan protokol kesehatan, baik petugas maupun pihak berkurban, serta memastikan kebersihan alat.

Baca Juga:

“Surat edaran dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan memberikan rasa aman ke masyarakat,” tuturnya.

Pemerintah sendiri telah menetapkan awal Zulhijjah 1442 H bertepatan 11 Juli 2021, sehingga Hari Raya Idul Adha jatuh pada 20 Juli 2021.

“Tetap di wilayah masing-masing. Jaga kesehatan diri. Kurangi mobilitas, dan saya minta sekali lagi jangan mudik Idul Adha 1442 H,” pungkas Yaqut.

***

Editor: Asrul R

Advertisement
SebelumnyaPolda Kepri Bagi Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat
SelanjutnyaKartu Vaksin Palsu di Batam Dijual Rp300 Ribu