Home Jelajah Seni Budaya

Museum Raja Ali Haji Resmi Dibuka untuk Umum

443
Museum Raja Ali Haji
Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Kepala Disbudpar Batam Ardiwinata dan rombongan melihat-lhat koleksi di Museum Raja Ali Haji sesaat usai soft opening, Jumat (18/12/2020). (F: Disbudpar Batam)

Barakata.id- Museum Raja Ali Haji resmi dibuka untuk umum. Hal itu ditandai dengan soft opening yang bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Batam ke-191, Jumat (18/12/2020).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam Ardiwinata mengatakan, Museum yang berada di Dataran Engku Putri ini sudah didaftarkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama 475 museum lainnya di Indonesia.

Baca Juga:
Museum Batam Raja Ali Haji Diperkenalkan kepada Pemandu Wisata

“Selama pandemi Covid-19, museum dibuka pukul 10.00 sampai 15.00. Pengunjung juga tak dipungut bayaran alias free,” kata Ardi.

Sebelum masuk museum, pengunjung juga akan dicek suhu tubuhnya. Setelah itu disemprot hand sanitizer. Hal itu bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Batam.

“Selain jadi objek wisata, museum ini juga jadi media edukasi masyarakat Batam. Khususnya para pelajar untuk mengetahui sejarah dan perkembangan Batam dari masa ke masa,” ujar Ardi.

Museum ini menampilkan sejarah peradaban Batam mulai dari Batam sejak zaman Kerajaan Riau Lingga, Belanda, Temenggung Abdul Jamal, Jepang, masa Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kepri, Otorita Pertama, era BJ Habibie, Kota Administratif, masuk Sejarah Astaka, Khazanah Melayu, dan infrastruktur atau era Batam sekarang.

Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi yang melakukan soft opening Museum Raja Ali Haji mengatakan, kehadiran museum itu berkontribus positif pada daya tarik serta menambah destinasi parwisata di Batam.

Bangunan Museum ini dulunya adalah bekas gedung astaka MTQ XXV tingkat nasional. Kemudian gedung itu disumbangkan oleh Pemerintah Provinsi Kepri kepada Pemerintah Kota Batam pada masa Gubernur Kepri dijabat oleh Muhammad Sani.

Rudi mengatakan, saat ini sudah ada 14 khazanah atau tempat menyimpan benda berharga berdasarkan kalsifikasinya yang ditampilkan di museum ini.

“Kita berharap, benda bersejarah peninggalan Batam yang belum ada, bisa segera masuk di museum ini,” ujar Rudi.

Pada tahap awal ini, memang sudah ada beragam koleksi jejak sejarah Batam yang bisa dinikmati pengunjung. Namun, Rudi tak memungkiri, koleksi benda-benda bersejarah di dalamnya belum terlampau banyak.

Baca Juga:
Jam di Simpang Jam Kini Disimpan di Museum Raja Ali Haji

“Kita sudah berusaha mengumpulkan dan menghubungi orang yang punya koleksi benda peninggalan sejarah di Bulang-Lintang, tapi mereka belum bersedia memberikannya,” paparnya.

Sebagai destinasi wisata budaya yang baru, kemungkinan besar Museum Raja Ali Haji bakal diminati masyarakat. Untuk itu Rudi meminta kepada pengunjung yang datang ke museum untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan.

“Semua wajib memakai masker,” ujarnya.

***

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin