Home Jelajah Sejarah

Kisah Dibalik Sketsa Nong Isa di Museum Raja Ali Haji

Ada cerita unik dibalik sketsa nong isa
Wali Kota Batam Muhammad Rudi membuka selubung sketsa wajah Nong Isa sebagai penanda dibukanya Museum Raja Ali Haji, Jumat (18/12/20). (F: Disbudpar Batam)
Banner Pemprov Kepri

Barakata.id, Sejarah – Kisah dibalik sketsa Nong Isa yang ada di Museum Raja Ali Haji. Museum kebanggaan Batam yang terletak di Dataran Engku Putri itu menjadikan Nong Isa sebagai salah satu ikonnya.

Soft openingnya pun ditandai dengan dibukanya selubung yang menutupi sketsa wajah Raja Isa bin Raja Ali atau dikenal dengan nama Nong Isa, Jumat (18/12/20).

Baca Juga : Ziarah ke Makam Nong Isa, Merenungkan Perjalanan Panjang Batam

Advertisement

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengungkap fakta mengenai kisah dibalik sketsa wajah Nong Isa yang jadi penanda museum dibuka. Amsakar menuturkan, membuat sketsa itu bukanlah hal mudah. Mengingat Nong Isa hidup seratusan tahun lalu. Sementara itu, dokumentasi tempo dulu belumlah sebaik saat ini.

Pembuatan sketsa itu diupayakan oleh seorang pelukis sketsa bernama Marani. Sketsa itu dilukis berdasarkan penggambaran dari Raja Badrillah.

“Raja Badrillah ini adalah salah satu keturunan ke-7 Nong Isa,” kata Amsakar.

Raja Badrillah inilah yang bermimpi bertemu dengan Raja Isa. Dari penggambaran itulah jadi sketsa wajah Nong Isa.

“Bahkan ada yang membuat gambar berkali-kali sampai melukis,” katanya.

Sketsa itu, kata Amasakar, dilukis berdasarkan penggambaran saat Nong Isa masih muda. Kala itu Nong Isa belum mendapat penabalan atau surat kuasa untuk memerintah wilayah Nongsa.

Menurut Amsakar, pembuatan sketsa wajah Nong Isa itu dalam rangka melengkapi koleksi sejarah di Museum Raja Ali Haji.

“Kita berusaha melengkapi agar ke depan khazanah semakin banyak, sehingga informasi tentang Batam dan Kepri terdokumentasi secara baik di museum ini,” terangnya.

Seperti diketahui, Nong Isa merupakan orang yang diberi mandat oleh Sultan Abdul Rahman Muazzam Syah dari Kesultanan Lingga. Nong Isa diberi wewenang untuk memerintah kawasan Nongsa dan sekitarnya pada 18 Desember 1829.

Baca Juga : Ziarah Ke Makam Nong Isa, Melawan Lupa Lahirnya Batam

Momen itulah yang menjadi tonggak lahirnya Kota Batam. Tanggal 18 Desember pun akhirnya diperingati sebagai Hari Jadi Kota Batam.

Sementara itu, penamaan museum sendiri diambil dari nama ulama, sejarawan dan pujangga abad 19, Raja Ali Haji. Lelaki keturunan Bugis dan Melayu ini terkenal sebagai pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu.

Raja Ali Haji dikenal juga sebagai bapak Bahasa Indonesia. Sejarawan yang lahir di Pulau Penyengat ini punya banyak karya. Salah satu yang termasyhur adalah Gurindam Dua Belas.

***

Editor: Asrul R

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin