Home Warta Reaktivasi Pariwisata Kepri Dibahas, Begini Strateginya

Reaktivasi Pariwisata Kepri Dibahas, Begini Strateginya

12
Reaktivasi Pariwisata Kepri
Ilustrasi. Penerapan protokol kesehatan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. (F: kemenparekraf.go.id)
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bahas reaktivasi pariwisata Kepri dalam rapat koordinasi bersama dengan kementerian dan lembaga serta industri terkait, Jumat (16/4/21).

Reaktivasi itu diharapkan mampu membuka perbatasan Batam dan Bintan sebagai pilot project dengan negara tetangga, Singapura. Sebelumya diwacanakan dua kawasan itu akan dibuka pada 21 April 2021. Namun hal itu batal dilaksanakan.

Pada 16 Maret 2021 lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi arahan terkait pembukaan sektor pariwisata. Jokowi menyebut, sektor pariwisata akan dibuka secara bertahap mulai Juni atau Juli. Tentunya dengan memperhatikan beberapa indikator tertentu.

Baca Juga:

Salah satu indikatornya adalah kurva penyebaran Covid-19 yang harus semakin melandai, vaksinasi yang meluas, penerapan protokol kesehatan ketat dan kesiapan destinasi wisata itu sendiri.

Rapat koordinasi membahas reaktivasi itu digelar secara luring dan daring dari Batam. Dihadiri Sekretaris Kemenparekraf Ni Wayan Giri Adnyani, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya, Deputi Bidang Kebijakan Strategis KemenparekrafvR. Kurleni Ukar, dan Plt Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Frans Teguh.

Selain itu, hadir pula Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa RI untuk Republik Singapura Suryo Pratomo, Sekjen Kementerian Luar Negeri Cecep Herawan, Dirjen Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Ngurah Swajaya, dan Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Kemenlu Siti Nugraha Mauludiah.

Dalam sambutannya, Nia Niscaya mengatakan, pihaknya ingin mengetahui proses mulai dari kedatangan wisatawan mancanegara sampai mereka meninggalkan Kepri.

“Seperti ketika kita menonton film yang paling diingat adalah_ending from the story. Jadi, ini memang harus end to end,” ujar Nia, dalam siaran persnya.

Dalam rapat itu, Anggota Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf Addin Maulana menjelaskan langkah-langkah atau strategi yang akan dilakukan untuk reaktivasi pariwisata di Kepri.

Strategi itu adalah, pertama, kesiapan destinasi menyusun peta zona dan rute aman berwisata.

Kedua, vaksinasi, sehingga herd immunity dapat tercipta, baik untuk penduduk lokal, pekerja pariwisat maupun tenaga kesehatan.

Ketiga, sertifikasi end to end dalam hal penerapan protokol kesehatan. Mulai saat tiba di Indonesia, proses imigrasi, pengmabilan bagasi, penyewaan mobil, check in dan check out hotel, mengakses layanan di desrinasi wisata, sampai ke penerbangan pulang dan tiba di negara asal.

Addin mengatakan, Kemenparekraf akan turun ke lapangan untuk memastikan protokol CHSE diterapkan dengan benar.

“Karena perlu dipastikan sertifikasi CHSE tak hanya sertifikasi saja, tapi pelaksanaannya dilakukan secara ketat,” kata dia.

Dinas Kesehatan Kepri juga memberi masukan terkait indikasi yang harus dipenuhi salah satunya tak hanya kawasan tersebut masuk zona hijau atau kuning, tapi bagaimana rata-rata penambahan kasus mingguan menurun.

Kemudian ketersediaan tempat tidur di rumah sakit juga harus di bawah 60 persen. Itu menjadi jaminan jika ada wisatawan sakit bisa segera ditangani dengan baik.

Baca Juga:

Tempat tidur ICU occupancy rate juga harus dipantau, positivity rate juga harus di bawah 5 persen, serta penerapan prokes di ruang publik. Dinas Pariwisata Kepri dalam hal ini akan bekerja sama dengan Satpol PP setempat.

Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Kemenlu, Siti Nugraha Mauludiah menekankan, reaktivasi pariwisata ini hanya dapat dilakukan apabila Batam-Bintan telah memenuhi indikator siap dan aman.

“Kami berharap agar dalam waktu dekat seluruh kriteria reaktivasi ini dapat dicapai oleh Batam dan Bintan,” kata Siti Nugraha.

***

Editor: Asrul R

Advertisement
SebelumnyaSafari Ramadan di Nongsa, Tiap Masjid dapat Bantuan Ratusan Juta
SelanjutnyaPemda Diminta Tegas Tegakkan Aturan Mudik Lebaran