Home Kepulauan Riau

Singapura Senang Lagoi dan Nongsa Dibuka Lagi untuk Wisman

Lagoi
Kawasan pariwisata Lagoi Bay, Bintan ramai dikunjungi wisman sebelum Pandemi Covid-19. Rencana Kepri melakukan reaktivasi pariwisata mendapat sambutan baik dari Pemerintah Singapura. (F: Diskominfo Kepri)

Barakata.id, Karimun – Pemerintah Singapura menyambut gembira rencana dibukanya kembali kawasan wisata Lagoi dan Nongsa Point Marina untuk wisatawan mancanegara (wisman). Kedua lokasi wisata terpadu itu rencananya akan dibuka pada 21 April 2021 setelah sempat mati suri lantaran pandemi Covid-19.

Kegembiraan pemerintah Singapura itu terlihat saat video conference antara Gubernur Kepri Ansar Ahmad dengan Second Minister For Education & Foreign Affairs Singapura Dr. Mohammed Maliki bin Osman, dari rumah dinas Bupati Karimun, Aunur Rafiq di Tanjungbalai Karimun, Rabu (17/3/21).

“Saya rasa ini adalah pencanangan (rencana, red) yang baik bagaimana kita boleh memulakan semula perjalanan antara rakyat Singapura ke Kepri khususnya dengan travel buble,” kata Maliki Osman dilansir dari kominfo.kepriprov.go.id.

BACA JUGA : Pariwisata Kepri: Lagoi dan Nongsa Terima Turis Asing Mulai April

Menteri Maliki menyambut baik komunikasi antara pihaknya dengan Gubernur Ansar. Karena memang menurut mereka rakyat Singapura sudah menanti-nanti kapan mereka bisa berlibur lagi ke Batam dan Bintan.

Namun, Maliki menekankan lagi aspek keamanan kesehatan yang sangat penting baik bagi pelancong dari Singapura maupun dengan pekerja pariwisata yang ada di kawasan wisata tersebut.

Terkait dengan travel bubble Maliki berpendapat bahwa bubble yang nanti akan diaplikasikan adalah suatu kawasan yang mana para pelancong dari Singapura hanya boleh untuk berwisata di kawasan dalam buble tersebut. Nantinya kawasan-kawasan bubble itulah yang harus dipastikan terjamin keamaanannya.

“Kalau kita boleh pikirkan bagaimana dari segi permulaan pelancong Singapura langsung keluar dari Singapura maka dilakukan PCR untuk memastikan mereka telah selamat kemudian ketika sampai di Bintan dipastikan tempat-tempat yang ditujui sudah terhad mana wisata yang boleh termasuk dalam buble tersebut,” kata dia.

Nantinya pihaknya juga akan berkomunikasi dengan Singapore Tourism Board mengenai rencana-rencana ini. Karena, kata Menteri Maliki, dengan Kepri melakukan vaksinasi untuk terhadap pekerja wisata maka hal ini akan meyakinkan mereka untuk membuka izin bepergian bagi warga Singapura.

Selain masalah pariwisata, yang menjadi perhatian Menteri Maliki adalah potensi digitalisasi antara Singapura dengan Kepri terutama yang ada di Nongsa Digital Park.

“Potensi pendigitalisasian Kepri dengan Singapura ini harus diperhatikan benar, karena dengan pembukaan hubungan digitalisasi antara Singapura dan Kepri kita mungkin bisa membangun pusat-pusat data antara startup Singapura dan Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA : Sandiaga Uno Akan Luncurkan Dibukanya Kawasan Wisata di Kepri

Pada video conference tersebut, Ansar memaparkan bahwa Kepri akan membuka destinasi wisata untuk Lagoi yang berada di Kabupaten Bintan dan Nongsa Point Marina di Kota Batam.

Ansar mengatakan dua kawasan wisata itu mempunyai akses ketat dengan pemukiman masyarakat umum. Sehingga sangat berpotensi untuk dimasukkan kawasan travel buble dengan Singapura.

“Rencananya pada tanggal 21 April kita akan membuka Bintan Lagoi Resort dan Nongsa Point Marina untuk turis Singapura tentu dengan kontrol protokol kesehatan yang ketat,” kata Ansar.

Menurut Ansar, sesuai perbincangan awal dengan Singapura Tourism Board, mereka meminta diskresi khusus untuk para turis. Karena itu pihaknya segera membahas ini dengan pemerintah pusat dalam hal ini dengan Kementrian Pariwisata.

Persiapan vaksinasi Covid-19

Langkah-langkah persiapan untuk pembukaan itu pun langsung dilakukan. Pada 20 April nanti, Pemprov Kepri akan menggelar kegiatan vaksinasi terhadap semua pihak yang terkait dengan objek wisata di dua lokasi tersebut.

Termasuk soal diskresi khusus bahwa di Lagoi dan Nongsa nantinya mereka akan dicek dengan GeNose. Sementara bagi turis Singapura sebelum datang ke Lagoi dan Nongsa maka dilakukan tes PCR atau swab di Singapura. Juga nantinya saat tiba di Singapura dilakukan PCR lagi.

Bahkan pada program vaksinasi di Lagoi dan Nongsa, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno juga dijadwalkan bakal hadir. Di Kepri juga, Ansar dan Sandiaga Uno akan melakukan Rapat Koordinasi Terbatas untuk mensepakati apa yang harus dilakukan.

Setelah itu baru kemudian proposal itu dikirimkan ke Singapura. Ansar juga mengatakan pihaknya juga akan mengkomunikasikan hal ini dengan Duta Besar Indonesia di Singapura.

Gubernur Ansar menegaskan, Pemprov Kepri siap mendorong untuk terbuka terhadap segala peluang-peluang yang ada. Apalagi menurutnya Pemerintah Pusat juga sudah memberikan lampu hijau Batam sebagai pusat digitalisasi Indonesia.

Dengan demikian rencana pemerintah pusat ini akan semakin baik apabila nanti ada kerjasama investasi pula dengan Singapura.

“Sebentar lagi Pemerintah Pusat akan meluncurkan Batam Logistic Ecosystem dalam rangka memberikan kepastian hukum, pelayanan birokrasi yang cepat dan efisien supaya selama ini yang menjadi bottleneck dalam urusan birokrasi bisa terselesaikan,” katanya.

BACA JUGA : 6 Jurus Sandiaga Uno Pulihkan Parekraf Indonesia

Ansar juga menyampaikan kepada Menteri Maliki bahwa saat ini kondisi Covid-19 di Kepri sudah sangat menurun. Menurut laporan yang ada sudah ada empat kabupaten/kota yang turun menjadi Green Zone dan sisanya akan ditekan terus untuk menghentikan laju penyebaran Covid-19 di Kepri.

Sehubungan dengan pembukaan travel bubble ini nantinya Gubernur Ansar akan mempersilakan Pemerintah Sinapura mengirimkan tim survey untuk melihat kesiapan yang ada di kawasan pariwisata di Bintan dan Batam.

“Pak Menteri nanti boleh mengirimkan tim survei atau tim asistensi ke dua wilayah itu dulu. Kalau nanti sudah berjalan kita lihat sisi mana yang kurang dan akan kita perbaiki, yang jelas kita jamin dengan penerapan protokol kesehatan, dan vaksinasi yang baik maka kita mulai lagi semuanya,” kata Ansar kepada Maliki.

Baik Gubernur Ansar dan Menteri Maliki sama-sama berharap dengan adanya perbincangan ini maka Pemerintah Indonesia dan Singapura memulai lagi hubungan pariwisata dan digitalisasi sehingga perputaran ekonomi antar dua negara ini semakin meningkat dan memulihkan kembali ekonomi Kepri seusai dilanda pandemi Covid-19.

Turut mendampingi Gubernur dalam Vicon tersebut adalah Bupati Karimun Aunur Rafiq, Kepala Bakesbangpol Lamidi, Komandan Lanal Tanjungbalai Karimun Letkol Laut (P) Maswedi, dan Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin