Home Kepulauan Riau Ansar Larang Petugas Paksa Lansia untuk Divaksinasi

Ansar Larang Petugas Paksa Lansia untuk Divaksinasi

Vaksinasi Lansia di Kepri
Ilustrasi. (F: Pexels)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Kepulauan Riau– Gubernur Kepri Ansar Ahmad melarang petugas untuk memaksa para lansia untuk divaksinasi jika mereka tidak ingin. Namun pertugas harus menggali alasan lansia tersebut tak ingin divaksin.

“Kalau tidak mau, petugas kesehatan harus tahu alasannya apa? Jangan memaksanya, melainkan beri pemahaman,” kata Ansar di Tanjungpinang, Selasa (09/11/21) dikutip dari kepriprov.go.id.

Setelah diberi pemahaman tetang vaksin, namun mereka masih tetap tak mau disuntik, maka petugas tetap tak perlu memaksanya. Perugas harus tetap terus bekerja, untuk melakukan vaksinasi terhadap lansia yang lain.

Baca Juga:

“Masih banyak (lansia) yang masih disuntik. Tentu itu harus diutamakan,” kata Ansar.

Ansar mengungkapkan, Satgas Penanganan Covid-19 Kepri saat ini terus berupaya untuk meningkatkan jumlah lansia untuk divaksin. Sebab vaksinasi terhadap lansia menjadi salah satu indikator yang mempengaruhi level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Meskipun Kepri masih tetus bertahan di PPKM level 1, namun persentase lansia yang sudah divaksin masih perlu ditingkatkan.

Diakui Ansar, berdasarkan laporan yang ada, pemerintah pusat menyebut vaksinasi lansia di Kepri masih relatif rendah.

“Karena itu kami akan meningkatkannya,” ujar Ansar yang juga menjadi Ketua Satgas Penanganan Covid-19 di Kepri ini.

Seperti diketahui, target vakasinasi terhadap lansia di Kepri ini memang masih belum mencapai target. Target vaksinasi lansia dosis pertama sebanyak 59.036 orang. Namun baru terealisasi 67,76 persen dari target. Sedangkan target vaksinasi dosis kedua untuk lansia baru mencapai 48,14 persen.

Baca Juga:

Terkait vaksinasi lansia ini, menurutnya memang ada kendala-kendala yang dihadapi. Untuk itu Pemerintah Provinsi (Pemrov) Kepri akan segera mendiskusikan masalah tersebut dengan bupati dan wali kota untuk mendapatkan solusi.

“Pemprov Kepri pun tidak dapat menangani permasalahan ini sendiri, melainkan butuh sinergisitas antara pemerintah kabupaten dan kota,” kata dia. (asrul)

SebelumnyaPeringati Hari Pahlawan 2021, Kapolres Tulungagung Gelar Upacara Ziarah dan Tabur Bunga
SelanjutnyaPanglima TNI Baru, Peraturan Baru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin