Home Kepulauan Riau

Wali Kota Ingatkan Pengusaha Patuhi UU Karantina Agar Batam Sehat

Wali Kota Batam
Wali Kota Batam, M Rudi membuka sosialisasi UU Karantina di Hotel Nagoya Hill, Batam, Kamis (11/2/21). (F: barakata.id/ist)

Barakata.id, Batam – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengingatkan pengusaha ekspor dan impor agar selalu mematuhi Undang-Undang Karantina. Dengan demikian, tidak ada penyakit atau wabah yang masuk ke Indonesia khususnya Batam.

“Jadi, apapun yang masuk ke Batam dan keluar dari Batam betul betul bersih dan bebas dari penyakit,” ujar Rudi saat membuka acara sosialisasi UU Nomor 21/2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan di Nagoya Hill Hotel, Batam, Kamis (11/2/21).

Di acara yang digelar oleh Kementerian Pertanian tersebut, Rudi berharap para importir maupun eksportir di Batam memahami regulasi terbaru.

Baca Juga : Rudi Minta ASN Aktif Sosialisasikan Pencegahan Covid-19

Ia menegaskan, regulasi dibuat bukan untuk mempersulit pengusaha, tapi demi menjaga agar penyakit atau wabah pada hewan dan tumbuhan tidak masuk ke Indonesia, khususnya Batam.

Wali Kota Batam meminta, para pengusaha mematuhi aturan yang ada agar tidak terjadi hal negatif di kemudian hari. Rudi optimistis dengan adanya aturan tersebut, semua akan terata dan produk yang masuk dan keluar akan lebih sehat.

“Perlu diingatkan, kalau nanti terjadi kesalahan, untuk meluruskannya lagi akan sangat susah. Ada nanti makanan atau tumbuhan yang berpenyakit, kalau sudah masuk, isunya akan beredar. Sehingga pencegahan lebih baik,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam, Joni Anwar mengatakan, UU 21/2019 merupakan perubahan dari UU 16/1992. Aturan tersebut sebagai upaya pemerintah mencegah masuk dan tersebarnya penyakit hewan maupun tumbuhan.

“UU baru mengatur dan mengakomodir perubahan laju arus perdagangan antarnegara. Aturan ini harusnya disosialisasikan awal 2020, tapi karena pandemi baru disosialisasikan awal 2021,” ujarnya.

Joni memandang penting sosialiasi aturan tersebut di Batam. Pasalnya, Batam adalah salah satu wilayah yang memiliki topografi dan dekat dengan Singapura dan Malaysia.

Dengan wilayah yang dekat dengan negara tetangga, punya potensi masuknya hama hewan.

“Sinergi sangat kita perlukan, kami juga mengharapkan kerja sama antarinstansi agar aturan ini dapat dijalani dan dilakukan bersama-sama,” kata dia.

Baca Juga : Ingat! Masih Pandemi, Rudi Minta Prokes Diintensifkan

Kepala Pusat Kepatuhan, Kerja Sama, dan Informasi Perkarantinaan, Badan Karantina Pertanian, Karsad mengatakan, sosialisai tersebut sudah digelar di sejumlah daerah di Indonesia. Untuk awal tahun ini, baru Batam dan akan menyusul daerah lain di Kepri.

Ia berharap, dengan aturan tersebut, pemerintah mampu mencegah masuknya hama penyakit. Ia mengungkapkan, ada 121 jenis hama penyakit yang perlu dicegah dan hampir 700 organisme pengganggu tumbuhan yang juga harus dicegah.

“Setiap pesisirnya di Batam berpotensi masuk, lewat jalur ilegal. itu tantangan alam. Mencegah itu, karantina tak bisa sendiri,” katanya.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin