Home Kepulauan Riau Batam

18.500 Hewan Kurban Diperkirakan Masuk Batam, Sapi Bali Wajib Tes PCR

60
Hewan Kurban
Warga melihat sapi untuk hewan kurban di pusat peternakan Seitemiang, Batam, Kepri. Pemerintah menerbitan aturan tentang pelaksanaan kurban Idul Adha di tengah pandemi Covid-19.(F: barakata.id/Yuri B Trisna)

Barakata.id, Batam – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam memperkirakan sebanyak 18.500 ekor hewan kurban akan masuk Batam jelang Idul Adha 2020. Rinciannya, sekitar 3.500 ekor sapi dan 15.000 ekor kambing.

Terkait pelaksanaan kurban nanti, DKPP memastikan akan melakukan pemeriksaan kesehatan pada seluruh hewan kurban di Batam. Pemeriksaan meliputi sebelum dipotong (ante mortem) dan setelah dipotong (post mortem).

Kepala DKPP Batam, Mardanis mengatakan, pemeriksaan kesehatan hewan kurban perlu dilakukan agar daging yang dihasilkan aman dikonsumsi masyarakat.

Baca Juga :
Syarat Kurban Idul Adha di Batam, Panitia Dibatasi, Petugas Harus Pakai APD

Ia menegaskan, semua hewan untuk keperluan kurban harus terbebas dari penyakit hewan menular. Bahkan, khusus sapi Ras Bali yang akan masuk ke Batam wajib dilakukan tes PCR.

“Khusus sapi Bali wajib pemeriksaan/uji PCR Jembrana di laboratorium Balai Veteriner Daerah Asal Ternak,” kata Mardanis di Batam, kemarin.

Ia mengatakan, pemeriksaan untuk uji PCR Jembrana diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp650.000/ekor. Biaya itu belum termasuk pakan dan sewa tempat penampungan menjelang uji PCR jembrana yang dikeluarkan oleh pihak Balai Veteriner.

Dengan adanya pemeriksaan dan biaya tersebut, dipastikan akan berdampak pada harga penjualan sapi setibanya di Batam.

Menurut Mardanis, jumlah sapi yang sudah masuk ke Batam hingga Jumat (26/6/29), sekitar 700 ekor lebih. Diprediksi, awal Juli nanti akan semakin banyak hewan kurban yang masuk.

DKPP Batam, lanjut Mardanis, akan mengecek semua kelengkapan dokumen yang menyertai pengiriman hewan kurban itu. Di antaranya sertifikat kesehatan hewan dari daerah asal, dan sertifikat pelepasan dari Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam dan Hasil uji PCR Jembrana (khusus sapi ras Bali).

Baca Juga :
Idul Adha Sebentar Lagi, Ini Aturan Kurban di Tengah Covid-19

Bukan hanya pengawasan terhadap hewan kurban, Mardanis menegaskan bahwa seluruh pedagang hewan kurban juga wajib menerapkan protokol kesehatan di lokasi tempat penjualan hewan kurban.

Pedagang diwajibkan menjaga jarak fisik (social distancing), menerapkan higiene personal di mana setiap orang yang keluar masuk tempat penjualan ternak wajib melakukan CPTS (cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer dan masker.

Pedagang juga harus melakukan pemeriksaan kesehatan awal melalui pengukuran suhu tubuh bagi orang/calon pembeli yang masuk ke tempat penjualan ternak. Pedagang atau pemilik tempat penjualan hewan ternak pun wajib menyediakan fasilitas CPTS atau hand sanitizer.

Meski demikian, Mardanis menyampaikan bahwa ternak sapi dan kambing serta ternak ruminansia lainnya tidak dapat menularkan penyakit corona virus disease (Covid-19).

“Baik antarternak maupun dari ternak ke manusia,” pungkasnya.

*****

Editor : Ali Mhd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin