Home Nusantara Testing Covid-19, Metode RT Lamp Diklaim Akurasinya Lebih dari Rapid Test Antigen

Testing Covid-19, Metode RT Lamp Diklaim Akurasinya Lebih dari Rapid Test Antigen

Testing covid 19
Ilustrasi. Testing Covid 19. F: Barakata.id/pikiran rakyat.com

Barakata.id, Jakarta – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menawarkan inovasi testing Covid-19 dengan metode RT Lamp Saliva atas menggunakan sampel air liur.

Adapun Metode RT Lamp ini tergolong baru dalam testing Covid-19 karena dikategorikan tes diagnostik, bukan rapid test sehingga akurasinya diklaim lebih baik dari rapid test Antigen.

Untuk diketahui, Metode RT LAMP (Reverse Transcription Loop Mediated Isothermal Amplification) dapat mendeteksi secara spesifik asam nukleat yang merupakan material genetik dari virus SARS CoV-2.

RT LAMP adalah tes molekular yang termasuk dalam kategori NAAT (Nucleic Acid Amplification Test) bersama dengan RT–PCR dan TCM sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/3602/2021.

Baca juga:

“Kalbe Farma berharap inovasi testing Covid-19 dengan metode RT Lamp Saliva ini dapat membantu bagi percepatan program testing yang sedang digiatkan oleh pemerintah saat ini,” kata Head External Communication PT Kalbe Farma Tbk Hari Nugroho dalam keterangan resminya yang diterima Kontan.co.id, Rabu (30/6/2021).

Hari Nugroho mengatakan, untuk meningkatkan jumlah testing Covid-19, Kalbe melalui anak usaha KalGen Innolab menawarkan inovasi testing Covid-19 dengan menggunakan metode RT Lamp Saliva.

Hari Nugroho menjelaskan, metode tes air liur tersebut diklaim lebih akurat karena dikategorikan dalam tes diagnostik.

Sementara untuk tes antigen sifatnya merupakan tes cepat, sehingga akurasinya dinilai kurang jika dibandingkan dengan tes air liur.

“Kalbe berharap inovasi testing Covid-19 dengan metode RT Lamp Saliva ini dapat membantu bagi percepatan program testing yang sedang digiatkan oleh pemerintah saat ini,” tutur Hari Nugroho.

Baca juga:

Cara kerja tes air liur tidak usah mencolok lubang hidung.

Hal itu dimaksudkan agar masyarakat mendapatkan kenyamanan ketika melakukan tes untuk mendeteksi virus Covid-19.

“Tidak perlu dicolok hidungnya,” kata Hari Nugroho.

Hari Nugroho menambahkan, air liur yang digunakan dalam tes tersebut, memiliki tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi.

“Cukup menggunakan air liur dan memberikan hasil dengan akurasi yang tinggi,” papar Hari Nugroho.

Tes air liur tersebut memiliki sensitivitas 94 persen. Sementara itu, spesifitasnya mencapai 98 persen.

Untuk melakukan tes air liur tidak usah memerlukan alat khusus. Bahkan tes air liur tersebut tidak akan menyebabkan muntah ataupun hidung sensitif.

Oleh karena itu, tes air liur akan sangat memudahkan bagi anak-anak dan juga orang yang mengalami hipersensitifitas.

Baca juga:

“Saat ini biaya yang dibebankan untuk tes RT Lamp Saliva sebesar Rp420 ribu dan hasil dapat diketahui dalam sembilan jam,” pungkasnya.

****

Editor: Ali Mhd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin