Home Kepulauan Riau

Terima Suap Miliaran, Dimana Nurdin Basirun Menyimpan Uangnya?

348
Nurdin Basirun
Gubernur Kepri nonaktif, Nurdin Basirun mengenakan rompi tahanan KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap izin reklamasi, Kamis (11/7/19) lalu. (F: Istimewa)

Barakata.id, Jakarta – Nurdin Basirun, Gubernur Kepri nonaktif banyak menerima uang suap dan gratifikasi dari berbagai sumber. Uang tak lazim itu berasal setoran rutin kepala dinas dan sejumlah pengusaha.

Lalu dimana Nurdin menyimpan seluruh uang tersebut?

Dalam sidang lanjutan kasus Nurdin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Kamis (19/12/19), Jaksa KPK mengungkap lokasi penyimpanan uang hasil suap dan gratifikasi Nurdin.

Baca Juga :

Nurdin Basirun Terima Uang Rp15 Miliar dari Pengusaha Batam JKA

Daftar 24 Kepala OPD Kepri yang Setor Uang kepada Nurdin Basirun

Dilansir Detik, perihal lokasi penyimpanan uang tunai yang diterima Nurdin dari banyak sumber itu awalnya ditanyakan Jaksa KPK kepada seorang saksi yakni Hendri Kurniadi, Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Kepri.

Dalam kesaksiannya di persidangan itu, Hendri mengaku pernah mendengar bahwa Nurdin sering menerima setoran dari kontraktor hingga kepala dinas.

“Di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) nomor 7 poin 3 halaman 6, saya bacakan, mohon izin yang mulia?” tanya jaksa kepada majelis hakim.

“Ada juga penerimaan yang berasal dari APBD yang berasal dari setoran rutin kepala dinas, penerimaan dari rekanan, atau pihak ketiga atau fee proyek,” kata jaksa membacakan BAP milik Hendri.

Isi BAP itu pun dibenarkan oleh Hendri, yang duduk di kursi saksi. Tapi ia mengaku tidak melihat melainkan hanya mendengar informasi itu.

“Saya tidak pernah melihat. Saya mendengar dari kepala dinas. Kalau di perjalanan, kepala dinas kan sering bercerita,” kata Hendri yang pernah menjabat Kepala Bagian Protokoler Gubernur Kepri itu.

Pengakuan Hendri, ia pernah tahu uang setoran untuk Nurdin berasal dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Kepri, Edy Sofyan.

“(Edy Sofyan) Ikut berpartisipasi memberi. Tapi sumbernya saya nggak tahu, Pak. Tapi itu dari uangnya beliau,” kata Hendri.

Baca Juga :

Uang Miliaran Rupiah Berserak di Kamar Nurdin Basirun

KPK Dapat Uang 13 Kardus di Rumah Dinas Gubernur Kepri

Selain kepala dinas, lanjut Hendri, ia juga adis, telah mendengar bahwa Nurdin juga ada menerima dari seorang pengusaha bernama Johanes Kennedy Aritonang. Uang dari Johanes itu terkait izin prinsip pemanfaatan laut untuk tujuan pariwisata.

“Saya dengar dari ajudan beliau ada tentang pariwisata,” ujarnya.

Selanjutnya, Jaksa KPK menyoal lagi BAP Hendri tentang uang yang diterima Nurdin disimpan ajudan di kamar tidur.

Hendri mengaku pernah melihat ajudan Gubernur Kepri bernama Chandra dan Yacob membawa tas berisi uang ke kamar Nurdin.

“Setiap uang yang diterima secara tunai, disimpan oleh Chandra dan Yacob di ruang kamar tidur depan keluarga rumah dinas Gubernur Kepri. Mengapa ini kami tanyakan, karena di situlah kami ambil uangnya,” kata Jaksa KPK.

Hendri pun menjawab, “Iya saya lihat ajudan bawa tas ke sana,” kata dia.

Sidang pembacaan dakwaan Nurdin Basirun di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (4/12/19) lalu. (F: IST)

Seperti diketahui, KPK menetapkan Nurdin Basirun sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi setelah ikut terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Tanjungpinang pada Juli 2019.

Baca Juga :

KPK Obok-Obok Rumah Nurdin di Karimun

Giliran Rumah Ajudan Nurdin Basirun di Batam Digeledah KPK

Selain Nurdin, dalam kasus serupa KPK juga menetapkan status tersangka kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Kepri Edy Sofyan, Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kepri Budy Hartono, dan Abu Bakar dari pihak swasta.

KPK menduga Nurdin menerima suap dari Abu Bakar terkait perizinan kegiatan reklamasi di Kota Batam dengan nilai total mencapai Rp159 juta.

Saat penggeledahan di rumah dinas Nurdin, KPK menyita uang sebanyak Rp6,1 miliar dalam bentuk beberapa mata uang asing. Uang sebanyak itu diduga hasil dari gratifikasi terkait penyalahgunaan wewenang dan jual beli jabatan.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin