Home Warta Nusantara Presiden Jokowi: UU Cita Kerja Semangat Kemajuan

Presiden Jokowi: UU Cita Kerja Semangat Kemajuan

62
UU Cipta Kerja Jokowi
Presiden Jokowi saat memberikan pernyataan resmi terkait UU Cipta Kerja, Jumat (9/10/20) sore. (F: YouTube Sekretariat Presiden)

Barakata.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim Undang-Undang (UU) Cipta Kerja atau sering disebut Omnibus Law adalah bentuk semangat lompatan kemanjuan bangsa Indonesia di tengah krisis akibat pandemi virus corona (Covid-19). Semangat yang ditonjolkan dari pengesahan undang-undang itu untuk membenahi regulasi dan birokrasi.

“Di saat banyak negara maju mengalami kemunduran justru inilah saatnya bagi Indonesia untuk melakukan lompatan-lompatan kemajuan,” kata Jokowi dalam sambutannya di Acara Puncak HUT Partai Golkar, Sabtu (24/10/20).

“Itulah semangat dari berbagai kebijakan pemerintah termasuk Undang-Undang Cipta Kerja,” sambungnya.

Presiden Jokowi mengatakan, reformasi struktural,juga diperuntukkan agar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan penyediaan lapangan kerja bisa berkembang pesat. Mulai dari mengganti izin usaha dengan hanya pendaftaran untuk UMKM, mempermudah pendirian PT dengan modal minimal dan tidak ada pembatasan.

Kemudian, koperasi bisa didirikan hanya dengan sembilan orang, hingga sertifikasi halal bagi UMK digratiskan juga dibiayai APBN, dan lain-lain.

“Sekali lagi agar perekonomian rakyat segera cepat bergerak, UMKM segera tumbuh, dan peluang kerja segera bertambah luas,” kata Presiden.

Baca Juga :

Jokowi mengatakan, beberapa hal tersebut merupakan solusi dari kendala yang selama ini dirasakan pengusaha UMKM, terutama terkait kendala regulasi yang kompleks dan birokrasi yang rumit.

Ia pun mengutip pengukuran Global Complexity Index pada Juni lalu yang menempatkan Indonesia dalam posisi nomor satu terkait regulasi-birokrasi yang harus dilalui.

“Artinya, regulasi dan birokrasi Indonesia ditempatkan sebagai paling rumit di dunia,” katanya.

Presiden meyakini bahwa pada 2021 mendatang akan menjadi tahun yang penuh peluang. Tak hanya itu, ia yakin 2021 juga menjadi tahun pemulihan ekonomi nasional dan pemulihan ekonomi global.

Pada momen HUT Golkar tersebut, Presiden Jokowi menyebut menjadi saat yang tepat untuk kembali bekerja, kembali mengembangkan usaha, dan membuka lapangan kerja bagi jutaan pencari kerja Indonesia.

“Saya sangat optimis kita akan mampu memanfaatkan peluang tersebut. Pandemi memang menyulitkan kita tetapi juga membuka peluang kita. Dengan catatan, kita bisa lebih cepat dibandingkan negara lain dan kita lebih efisien dibandingkan bangsa lain,” kata dia.

Untuk diketahui, RUU Cipta Kerja disetujui jadi undang-undang dalam Rapat Paripurna DPR pada 5 Oktober lalu, gelombang aksi penolakan dari publik lintas elemen terjadi di hampir seluruh kota di Indonesia. Meski demikian, pemerintah tetap berkeyakinan bahwa undang-undang ini akan membawa dampak positif bagi negeri ini.

Airlangga: Bangkitkan ekonomi

Di tempat yang sama, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menyebut UU Cipta Kerja sebagai terobosan historis serta dibuat secara demokratis tanpa paksaan dari pihak manapun. Menurut dia, UU Cipta Kerja dinilai dapat membuat Indonesia memiliki perekonomian yang tertinggi di Asia dalam beberapa tahun ke depan.

Airlangga pun meminta kadernya agar mengapresiasi pengesahan UU Cipta Kerja.

“Menurut data dari Bank Dunia, dan lembaga lain, di negara-negara Asia, pemulihan dan prospek ekonomi Indonesia berada dalam kategori terdepan. Bahkan, dalam dua atau tiga tahun mendatang, kebangkitan kembali ekonomi Indonesia diperkirakan akan menjadi salah satu yang tertinggi di tingkat Asia,” ujar Airlangga dalam pidatonya secara virtual dalam Acara Puncak HUT Ke-56 Partai Golkar, Sabtu (24/10/20).

Baca Juga :

“Tentu saja, semua itu tidak akan datang dengan sendirinya. Kita harus bekerja keras dalam mewujudkannya. Dalam konteks inilah, pengesahan UU Cipta Kerja oleh DPR sangat perlu diapresiasi.”

“UU Cipta Kerja adalah sebuah terobosan historis, sebab untuk pertama kalinya reformasi ekonomi dilakukan melalui lembaga perwakilan yang demokratis, tanpa desakan dan paksaan siapa pun juta. saya tegaskan kembali terobosan demokratis tanpa paksaan atau tekanan dari manapun,” sambung Menko Perekonomian RI ini.

Ia mengatakan, UU Cipta Kerja adalah wujud dari kesadaran bangsa Indonesia. Terlebih, di masa pandemi Covid-19, pemulihan kesehatan dan kesejahteraan tak bisa ditawar.

“Terobosan besar ini adalah wujud dari kesadaran kita, sebagaimana yang sering ditegaskan oleh Presiden Jokowi, bahwa pemulihan kesehatan, kemajuan dan kesejahteraan Indonesia tidak bisa ditawar. Adalah tugas mulia bagi kita semua untuk mencapainya, sesuai dengan semangat zaman yang terus berubah dan berkembang,” kata dia.

Selain itu, Airlangga menjelaskan, setiap tahun ada sekitar 3 juta anak muda Indonesia yang lulus SMA/SMK dan Perguruan Tinggi. Kemudian, ada juga sekitar 13 juta penduduk Indonesia yang menganggur.

Airlangga menilai besarnya jumlah orang yang membutuhkan lapangan pekerjaan menjadi alasan dari dibutuhkannya reformasi dan restrukturisasi perekonomian. Menurut dia, terobosan melalui UU Cipta Kerja dan peran aktif dari semua pihak dapat mengatasi masalah lapangan pekerjaan tersebut.

“InsyaAllah, di tahun-tahun mendatang, dengan terobosan baru UU Cipta Kerja, serta dengan peran aktif semua pihak, Indonesia akan berhasil mengatasi tantangan ini. Lewat undang-undang strategis, kita ingin membuka kesempatan luas kepada semua pihak untuk berusaha dan memajukan usaha mereka, khususnya Usaha Kecil dan Menengah, atau UMKM,” pungkasnya.

*****

Editor : YB Trisna

Sumber : CNN Indonesia.com/Kompas.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin