Home Nusantara Polisi Tetapkan Artis TA Wajib Lapor 2 Kali Seminggu

Polisi Tetapkan Artis TA Wajib Lapor 2 Kali Seminggu

Pelaku Prostitusi Online
Artis TA saat digiring Polisi Polda Jabar, diduga terlibat kasus prostitusi online di sebuah kamar hotel di Kota Bandung. F: Istimewa
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Bandung – Artis TA, diduga terlibat kasus prostitusi online dikenakan wajib lapor dua kali dalam sepekan.

Terkait kasus ini, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat menetapkan TA sebagai saksi. Sebelumnya polisi telah menetapkan tiga orang tersangka yakni RJ, AH dan MR sebagai muncikari.

Baca juga: 

“TA sendiri kini sudah dipulangkan oleh penyidik setelah dimintai keterangannya,” kata Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, Senin (21/12/2020).

Sampai saat ini, polisi masih memproses kasus prostitusi online yang melibatkan artis TA. Guna melengkapi penyidikan, polisi akan memanggil ‘anak asuh’ di bawah naungan muncikari MR alias Alona.

“Selanjutnya kami akan memanggil nama-nama yang ada di manajemen BM (salah satu website) yang di bawah MR alias Alona,” ujar Kasubdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, Kompol Reonald Simanjuntak kepada wartawan, Senin (21/12/2020).

Baca juga:

Alona sendiri ditetapkan sebagai tersangka atas perannya sebagai muncikari. Selain Alona, polisi juga menetapkan dua orang agen yang mengiklankan TA di medsos yakni AH dan RJ.

Soal nama-nama ‘anak asuh’ Alona ini, polisi belum bisa mengungkapkan siapa saja yang akan dimintai keterangan atau dipanggil untuk dijadikan saksi.

“Belum bisa kami berikan namanya, nanti akan diberitahukan lebih lanjut,” tutur Reonald.

Baca juga:

Sebelumnya, TA diamankan karena diduga melakukan prostitusi online di sebuah kamar hotel yang berada di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (18/12). Saat TA diamankan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa kartu ATM, buku tabungan, dan sejumlah alat kontrasepsi.

TA kemudian langsung digiring ke Gedung Ditreskrimsus Polda Jawa Barat untuk pemeriksaan. Adapun muncikari yang ditetapkan sebagai tersangka berinisial RJ (44), AH (40), dan MR (34).

Baca juga: 

RJ dan AH merupakan agen atau orang yang mengiklankan TA di sebuah website. Sementara MR merupakan muncikari sekaligus yang memiliki jaringan dengan muncikari lain seluruh Indonesia. Dari hasil penyelidikan polisi, TA sendiri memasang tarif Rp 75 juta untuk sehari kencan.

Mereka dikenai sejumlah pasal terkait ITE dan perdagangan orang dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

*****

Editor: Ali Mhd

Sumber: antaranews.com/detik.com

 

 

SebelumnyaAntisipasi Mutasi Virus Corona, Kerajaan Arab Saudi Menutup Jalur Penerbangan dari Inggris
SelanjutnyaWarga Batam Kaget, Bayar Air Tanggal 20 Kok Kena Denda? Ini Penjelasan BP Batam

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin