

Barakata.id– Kerajaan Arab Saudi memutuskan menutup sementara seluruh jalur penerbangan dari Inggris selama sepekan akibat penemuan mutasi virus corona (Covid-19).
Dilansir Arab News yang mengutip kantor berita Saudi Press Agency, Senin (21/12), pemerintah Saudi menutup jalur kedatangan dari darat, laut dan udara akibat penemuan virus corona jenis baru. Akan tetapi, mereka masih mengizinkan sejumlah penerbangan dari luar negeri dengan pengecualian.
Baca juga:
Kemungkinan besar larangan kedatangan itu bisa diperpanjang. Keputusan itu dibuat oleh pemerintah Saudi setelah kasus infeksi virus corona jenis baru merebak di Inggris dan sejumlah negara Eropa. Virus jenis baru itu dilaporkan bisa lebih cepat menular.
Pemerintah Saudi kini mewajibkan bagi siapa saja yang baru bepergian atau singgah ke Eropa dan tiba di negara itu wajib melakukan karantina selama dua pekan. Mereka juga harus melakukan pemeriksaan virus corona setiap lima hari sekali selama masa karantina.
Baca juga:
Selain itu, Saudi mewajibkan orang-orang yang datang atau singgah dari Eropa dalam tiga bulan terakhir melakukan tes Covid-19.
Mereka menyatakan larangan kedatangan ini akan dievaluasi sesuai dengan situasi dan kondisi.
Pemerintah Inggris menyebut varian mutasi baru virus corona yang menyebar di negara itu mempunyai tingkat penularan lebih tinggi.
Baca juga:
Kepala petugas medis Inggris, Chris Whitty, menyebut hal ini berdasarkan data pemodelan awal dan tingkat insiden yang meningkat pesat di selatan Inggris. Sehingga, kelompok penasihat virus corona pemerintah Inggris, mengambil kesimpulan mutasi baru ini dapat menyebar lebih cepat.
Meski demikian, saat ini belum ada bukti yang menunjukkan virus baru ini lebih mematikan atau kebal vaksin dan perawatan, tambahnya.
“Kami telah memperingatkan Organisasi Kesehatan Dunia dan terus menganalisis data yang tersedia untuk meningkatkan pemahaman kami,” kata Whitty dalam sebuah pernyataan.
Baca juga:
Varian baru virus corona ini pertama kali diumumkan Menteri kesehatan Inggris awal pekan ini. Saat itu, ia menyebut mutasi baru ini diyakini terkait dengan lonjakan cepat kasus COVID-19 di Inggris selatan dan tenggara. Whitty mengatakan, badan kesehatan publik negara itu mengidentifikasinya melalui penelitian genom.
Meski demikian, saat ini tingkat kasus Covid-19 tertinggi di Inggris ada di London. Sementara, sebagian besar wilayah Inggris selatan berada pada peringatan tertinggi (tingkat tiga) pembatasan virus corona. Wilayah yang ada dalam peringatan tingkat tiga, dilarang bersosialisasi di dalam ruangan. Restoran dan pub boleh buka dan hanya melayani layanan untuk dibawa pulang. Namun, toko tetap boleh buka.
Baca juga:
Pemerintah Inggris memberlakukan lockdown atau penguncian wilayah secara ketat selama Natal tahun ini menyusul ditemukannya varian mutasi baru virus corona yang disebut telah “di luar kendali”.
Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan, ketentuan itu diputuskan pada Minggu (20/12).
“Kami bertindak sangat cepat dan tegas. Sayangnya strain baru ini di luar kendali. Kami harus mengendalikannya,” tutur Hancock kepada Sky News seperti dikutip dari AFP.
*****
Editor: Ali Mhd
Sumber: CNNIndonesia.com