Home Kepulauan Riau Tanjungpinang Enam WNI di Tanjungpinang Negatif Virus Corona

Enam WNI di Tanjungpinang Negatif Virus Corona

24
Virus Corona
Tim Kesehatan Dinkes Tanjungpinang berasama satu keluarga di KM 7 yang menjalani observasi virus corona, Jumat (14/2/20). Setelah menjalani 5 hari masa karantina, keluarga ini dinyatakan tidak terjangkit atau negatif virus corona. (Foto: Dok. Diskominfo Kepri)

Barakata.id, Tanjungpinang – Enam orang warga negara Indonesia (WNI) asal Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) yang sebelumnya dikarantina karena diduga suspect virus corona sudah sehat. Enam orang yang merupakan satu keluarga itu dinyatakan negatif virus corona.

Sebelumnya, keenam WNI tersebut sempat menjalani karantina dan observasi di rumah mereka. Informasi tentang keenam orang itu diduga terpapar virus corona sempat membuat heboh masyarakat Kepri sejak beberapa hari lalu.

Mereka masuk ke Tanjungpinang pekan lalu dari Singapura melalui Pelabuhan Feri Internasional Harbour Bay, Batuampar. Pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp tentang mereka pun beredar luas di masyarakat.

Baca Juga :
Seorang WNI Bergejala Virus Corona Masuk ke Batam dari Malaysia

Kini, kondisi mereka sudah dinyatakan aman, setelah sebelumnya “terkurung” di rumah sendiri karena masyarakat khawatir mereka benar-benar terinfeksi virus corona.

Sesuai standar Badan Kesehatan Dunia WHO, keenam orang itu pun diharuskan menjalani masa karantina. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana menegaskan, enam WNI warga Tanjungpinang itu sekarang dalam kondisi sehat setelah ditangani secara medis.

Ia mengatakan, sejak awal tim terpadu yang menangani virus corona sudah memastikan tidak ada tanda-tanda keenam orang itu terinfeksi virus corona. Namun mereka tetap harus ditangani secara medis sesuai prosedur WHO.

“Setelah diinkubasi, hasilnya mereka negatif terinfeksi virus corona,” katanya di Tanjungpinang, kemarin.

Tjetjep mengemukakan pihaknya mengunjungi rumah mereka yang merupakan satu keluarga. Kunjungan itu sekaligus silahturahmi dengan RT dan RW setempat.

Tujuannya, lanjut Tjetjep, mengembalikan kepercayaan warga setempat terhadap enam orang tersebut yang sebelumnya sudah “dijauhi”. Ia minta masyarakat tidak lagi menyebar informasi bahwa keenam orang itu terinfeksi virus corona.

Tjetjep juga tidak ingin merespons informasi terkait pernyataan pihak yang berwenang di Singapura, yang sebelumnya menyebutkan keenam WNI tersebut “suspect” virus corona. Meski demikian, informasi dari Singapura tersebut tetap ditindaklanjuti untuk memberi kepastian kepada masyarakat.

“Kami tidak mencampuri urusan lain, selain memeriksa pasien, dan memastikan mereka tidak terinfeksi virus corona,” katanya.

Baca Juga :
6 WNI Diduga Suspect Virus Corona dari Singapura Masuk ke Batam

Ia mengemukakan keenam WNI tersebut sudah berada di Tanjungpinang sejak 4 Februari 2020. Namun setelah empat hari kemudian muncul informasi mereka terinfeksi virus corona.

Jika mereka terinfeksi virus corona, besar kemungkinan terdeteksi di pelabuhan.

“Kami berharap masyarakat percayakan kepada pemerintah yang menangani permasalahan ini secara serius,” katanya.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin