Dinkes Batam Hentikan Program Minum Obat Kaki Gajah

21
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi

Barakata.id, Batam – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menghentikan program minum obat pencegahan penyakit kaki gajah atau filariasis mulai tahun 2020. Hal itu dikarenakan tahun ini target pemberian obat pencegahan massal kaki gajah dalam lima tahun sudah tercapai.

“Tahun depan tidak lagi. Karena target sudah terpenuhi tahun ini,” kata Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi di Batam Centre, kemarin.

Baca Juga : Rumah Sakit di Batam Waspada Cacar Monyet

Ia mengatakan, hingga akhir Oktober 2019, capaian pemberian obat filariasis sudah 64,35 persen. Sementara Dinkes Batam menargetkan capaian 65 persen seperti yang ditetapkan secara nasional.

“Data yang ada ini belum semuanya masuk dari Puskesmas. Kita yakin 65 persen sudah tercapai,” ujarnya.

Didi mengatakan, program ini seharusnya sudah berakhir 2018 lalu. Namun karena tahun kemarin realisasi tidak mencapai target, maka dilaksanakan kembali tahun 2019.

“Harusnya sudah berhenti tahun lalu, namun karena tak capai target jadi diperpanjang tahun ini,” jelasnya.

Baca Juga : Dinkes Batam Temukan Buah yang Disuntik Pewarna Tekstil

Tahun ini, Didi menargetkan 792.570 warga Batam minum obat filariasis. Sasarannya adalah masyarakat di rentang usia 0-70 tahun. Kecuali ibu hamil serta mereka yang menderita penyakit ginjal dan hati.

Pemberian obat ke masyarakat dilakukan melalui posko-posko yang dibentuk. Selain itu petugas dari Puskesmas juga turun ke lapangan untuk memastikan masyarakat mengonsumsi obat ini.

“Untuk kasus baru, tidak ada. Adanya pasien lama yang sudah terkena dari beberapa tahun lalu. Mereka tetap minum obat. Ada juga yang sudah menjalani operasi untuk membuang bagian yang membengkak,” kata dia.

*****

Penulis : Ali Mhd

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here