Home Kepulauan Riau Batam

Catat! Denda Tak Pakai Masker Mulai Diterapkan Rabu

1290
Denda Tak Pakai Masker
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 wilayah Sekupang patroli protokol kesehatan di kawasan Sekupang, Sabtu (5/9/20) malam. (F: Humas Pemko Batam)

Barakata.id- Denda tak pakai masker dan protokol kesehatan lainnya akan mulai diterapkan Rabu (9/9/20) mendatang. Saat ini petugas masih menyosialisasikan Perwako 49/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Pengakan Hukum Protokol Kesehatan kepada masyarakat.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 wilayah Sekupang salah satunya. Tim ini mulai bergerak ke berbagai wilayah di Sekupang, Sabtu (5/9/20) malam. Tim menyisir di sekitar STC, Tiban Princess, Tiban Mc Dermott, Tiban Centre dan kafe di jalan utama kawasan kantor Lurah Patam Lestari.

Selain TNI-Polri dan Satpol PP, tim yang bertugas menyosialisasikan di wilayah Sekupang juga diperkuat unsur pimpinan kecamatan, Inspektorat Batam, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Batam, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menangah Batam dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Batam.

Baca Juga:
Sudah Sah! Pelanggar Protokol Kesehatan di Batam Didenda

Kepala Diskominfo Batam Azril Apriansyah mengatakan petugas masih menemukan warga yang abai dengan protokol kesehatan. Saat ini tim tersebut masih tahap sosialisasi dan sekadar mengingatkan warga. Namun jika tahapan sosialisasi selesai, orang-orang yang abai akan ditindak.

“Kita belum melakukan penindakan, namun masyarakat diingatkan bahwa sanksi pada Perwako ini akan mulai diterapkan Rabu nanti. Jika tidak mau terkena sanksi maka patuhi protokol kesehatan,” ujarnya, Minggu (6/9/20).

Ia menjelaskan, Perwako yang sudah diteken beberapa waktu lalu itu mewajibkan semua pihak menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, hingga mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Semua itu bertujuan mencegah dan meminimalisir risiko terjangkit Covid-19.

Warga perorangan wajib menggunakan masker jika keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain. Warga juga wajib mencuci tangan secara teratur menggunakan sabun dengan air mengalir, menjalani pembatasan interaksi fisik dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Saksi bagi pelanggar protokol kesehatan.

“Sanksi bagi perorangan, berupa teguran lisan atau tertulis, kerja sosial dan denda administratif Rp250.000 atau membersihkan fasilitas umum atau area publik selama 120 menit,” ujarnya.

Baca Juga:
Guru Diminta Ikut Sosialisasikan Protokol Kesehatan

Sedangkan pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum wajib menyosialiasikan dan mengedukasikan pencegahan dan pengendalian Covid-19. Harus menyediakan pula tempat cuci tangan, memantau orang yang beraktivitas, mengatur jarak, mendisinfektan lingkungan berkala dan sebagainya.

Jika protokol kesehatan itu dilanggar sanksinya berupa teguran lisan atau tertulis untuk pelanggaran pertama. Disusul penghentian operasional usaha selama tiga hari atau denda Rp500 ribu- Rp2 juta untuk pelanggaran kedua.

“Pelanggaran ketiga akan disansi penghentian operasional usaha selama tujuh hari atau denda mulai Rp1 juta- Rp4 juta,” kata Azril.

Jika masih juga melangar, pemerintah akan mencabut izin usahanya.

****

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin