Home Warta Dunia

Terbukti Lakukan Pelanggaran, Petugas Polisi di Columbus Diumumkan Dipecat

24
Ilustrasi. Kepala Polisi di Columbus umumkan pecat anggotanya, karena dinilai melakukan pelanggaran.

Barakata.id, Jakarta- Kepala Kepolisian Columbus, Thomas Quinlan mengumumkan bahwa akan memecat Adam Coy sebagai anggota Polisi atas tuduhan melakukan pelanggaran.

Menurut Quinlan, Adam Coy terbukti secara sah di hadapan hukum telah melakukan pelanggaran atas sumpah yang diucapkan oleh seorang aparat keamanan. Akibatnya, orang yang tidak bersalah hilang nyawanya.

Baca juga: 

“Seorang perwira yang melanggar sumpahnya untuk mematuhi aturan dan kebijakan Divisi Polisi Columbus,” kata Quinlan dalam suatu kesempatan.

Dari pemberitaan media lokal diketahui bahwa, Coy sebelumnya sudah pernah menerima keluhan dari warga atas tindakannya.

Hill, orang Afrika-Amerika kedua yang dibunuh oleh polisi di Columbus dalam waktu kurang dari tiga minggu, tidak membawa senjata.

Coy dan rekannya menunggu beberapa menit sebelum mendekati Hill, yang masih hidup, tetapi kemudian meninggal.

Baca juga:

Sementara Casey Goodson Jr (23) ditembak beberapa kali pada 4 Desember saat kembali ke rumah. Keluarganya mengatakan dia memegang sandwich yang oleh penegak hukum dikira pistol dan ditembak oleh polisi.

Pembunuhan di Columbus terjadi setelah musim panas di mana AS diguncang oleh protes bersejarah terhadap ketidakadilan rasial dan kebrutalan polisi, yang dipicu oleh pembunuhan pria Afrika-Amerika George Floyd pada Mei.

Floyd, juga tidak bersenjata, mati lemas di bawah lutut seorang petugas polisi kulit putih di Minneapolis. Orang-orang yang lewat yang ketakutan merekam kematiannya, dengan rekaman itu dengan cepat menjadi viral.

Baca juga:

“Sekali lagi petugas melihat seorang pria kulit hitam dan menyimpulkan bahwa dia kriminal dan berbahaya,” kata pengacara Ben Crump, yang membela beberapa keluarga korban kebrutalan polisi termasuk Floyd’s, Rabu (23/12/2020).

Beberapa lusin pemrotes berkumpul pada hari Kamis, melambaikan tanda-tanda Black Lives Matter dan menyerukan keadilan bagi orang-orang yang tewas dalam penembakan polisi. Dia mengecam suksesi tragis penembakan yang melibatkan petugas.

Gelombang protes ini setelah terulang kembali kasus penembakan fatal terhadap seorang pria kulit hitam tak bersenjata oleh polisi di Columbus, Ohio.

Pembunuhan kedua di kota AS pada bulan ini memicu gelombang baru protes pada Kamis (24/12) terhadap ketidakadilan rasial dan kebrutalan polisi di negara itu.

Baca juga:

Andre Maurice Hill (47) berada di garasi rumah pada Senin (21/12) malam ketika dia ditembak beberapa kali oleh seorang petugas polisi yang dipanggil ke tempat kejadian karena insiden kecil.

Beberapa detik sebelum tembakan, rekaman bodycam menunjukkan Hill berjalan ke arah polisi memegang ponsel di tangan kirinya, sementara tangan lainnya tidak terlihat.

Walikota Columbus Andrew Ginther marah besar atas kematian Hill. Dia dikenal oleh penghuni rumah tempat mobilnya diparkir di jalan, dia sebagai seorang tamu, bukan seorang penyusup sebagaimana yang dituduhkan oleh polisi.

Baca juga:

Ginther mengaku terganggu atas tindakan kedua polisi tersebut. Sebab kedua petugas polisi itu tidak memberikan pertolongan pertama kepada Hill, namun justeru menyerukan agar Coy segera dipecat.

*****

Editor: Ali Mhd

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin