Home Nusantara Tarif Terbaru Tes Swab PCR, PCR Kumur dan Rapid Antigen

Tarif Terbaru Tes Swab PCR, PCR Kumur dan Rapid Antigen

2. PCR Kumur

Mengutip dari Instagram @gsilab.id, untuk mendapat pelayanan alat tes PCR kumur Bio Saliva harus merogoh kocek Rp 799 ribu. Dikarenakan baru, ada harga khusus bagi 100 orang pertama yang membelinya yakni mendapat potongan harga Rp 100 ribu.

Masyarakat yang ingin mencoba alat tes PCR kumur Bio Saliva ini harus mengisi registrasi online di www.gsilab.id.

Hasil dari tes PCR kumur Bio Saliva ini diklaim punya akurasi 93-98%. Perlu diketahui bahwa ini bukanlah jenis tes baru, melainkan hanya pengambilan spesimennya saja yang berbeda untuk kemudian diperiksa melalui mesin PCR.

“Ini bukan tes ya tapi cara mengambil spesimen untuk kemudian diperiksa di mesin PCR. Kalau kemarin itu pakai swab (nasofaring), sekarang (bisa) pakai metode tidak swab, tapi kumur,” ujar Juru Bicara Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi.

BACA JUGA : Kemenkes Tetapkan Tarif Rapid Test, Tertinggi Rp150 Ribu

3. Rapid Test Antigen

Harga rapid test antigen ini bisa dibilang berbeda-beda tergantung di mana tempat melakukan test-nya. Untuk di stasiun KA yang tersedia, harga terbaru yakni Rp 85 ribu dari harga sebelumnya Rp 105 ribu per orang khusus untuk penumpang KA jarak jauh.

Berbeda dengan layanan rapid test antigen di tempat lain seperti bandara, Soekarno-Hatta menawarkan biaya sebesar Rp 200 per orang dengan hasil yang dijanjikan keluar selama 15 menit.

Sejak ada lonjakan kasus positif COVID-19, terdapat perang harga rapid test antigen di Jakarta Selatan. Dari spanduk sampai baliho yang dipasang di depan klinik, harga rapid test antigen dipasang mulai dari Rp 74 ribu hingga Rp 89 ribu.

Pemerintah sendiri telah menetapkan harga rapid test antigen tertinggi maksimal Rp 250 ribu untuk di pulau Jawa.

BACA JUGA : Menkes Atur HET 11 ‘Obat’ Covid-19, Lapor Jika Harganya Ketinggian

4. GeNose C19

Tes Corona GeNose C19 dilakukan melalui embusan napas. Alat ini merupakan karya anak bangsa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menawarkan harga murah Rp 20.000-40.000/orang.

Sayangnya mulai 5 Juli 2021 hasil tes GeNose C19 tidak bisa lagi jadi syarat perjalanan KA Jarak Jauh. Hal itu dikarenakan tingkat efektivitasnya yang rendah dan dikhawatirkan bisa menimbulkan hasil ‘negatif palsu’.

“Kembalikan ke tes standar baku, kecuali sudah ada bukti validasi GeNose. Tes GeNose adalah untuk screening bukan untuk diagnosis. Jika dipakai sebagai syarat verifikasi perjalanan maka penggunaan GeNose tidak sesuai fungsinya,” kata Ahli Biologi Molekuler Ahmad Utomo seperti dikutip dari Detik.com, Senin (5/7/21).

*****

Editor : YB Trisna

1
2

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin