Home Gaya Kesehatan Menkes Atur HET 11 ‘Obat’ Covid-19, Lapor Jika Harganya Ketinggian

Menkes Atur HET 11 ‘Obat’ Covid-19, Lapor Jika Harganya Ketinggian

102
HET Obat Covid-19
Ilustrasi. (F: Freepik)
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Kesehatan- Menteri Kesehatan Budi Gunadi atur harga eceran tertinggi (HET) 11 obat yang dipakai mengatasi Covid-19.

HET ini merupakan harga jual tertinggi obat di apotek dan instalasi farmasi rumah sakit atau klinik dan berlaku untuk seluruh Indonesia.


Peraturan itu telah resmi diberlakukan sejak Surat Keputusan Menkes Nomor HK.O 1.07/MENKES/4826/2021 tentang HET Obat dalam Masa Pandemi Covid-19 mulai 2 Juli 2021.

Baca Juga:

Berdasarkan SK tersebut, 11 obat yang diberlakukan HET ini ada yang berbentuk kapsul, tablet, infus maupun disuntikkan. Obat-obat itu adalah adalah Favipiravir 200 mg, tiap satu tablet harganya Rp22.500. Kemudian Remdesivir 100 mg injeksi tiap vial Rp510.000, Oseltamivir 75 mg tiap kapsul Rp26.000.

Lalu Intravenous Immunoglobulin 5% 50 ml infus, tiap vial HET nya Rp3.262.300. Kemudian Intravenous Immunoglobulin 5% 25 ml infus tiap vial Rp3.965.000, Intravenous Immunoglobulin 10% 50 ml infus tiap vial Rp6.174.900.

Kemudian ada obat yang banyak dicari yaitu Invermectin 12 mg tiap tabletnya Rp7.500. Kemudian Tocilizumab 400 mg/20 ml infus tiap vial Rp5.710.600, Tocilizumab 400 mg/4 ml infus tiap vial Rp1.162.000, Azithronycub 500 mg tablet tiap tablet Rp1.700 dan Azithronycub 500 mg infus tiap vial Rp95.400.

Dalam SK tersebut juga dikatakan Menteri, Pemerintah Daerah baik provinsi, kabupaten maupun kota diminta melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap keputusan Menkes tersebut sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Berdasarkan HET tersebut, masyarakat berhak melaporkan ke pihak berwaji jika menemukan harga obat yang lebih tinggi dari pada HET.

Baca Juga:

“Bisa lapor ke polisi, nanti akan ditindak aparat hukum,” ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi, dikutip dari detikcom, Sabtu (3/7/21).

Terkait penindakan dari aparat hukum ini, sebelumnya Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

“Jika ada yang memainkan ini akan ditindak tegas, tidak ada urusan siapa dia karena ini menyangkut keselamatan rakyat,” kata Luhut.

***

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin