Home Kepulauan Riau

Tahun Ini 35 Program Pembangunan Digarap di Tanjungpiayu

Pembangunan di Tanjungpiayu
Musrenbang di Kelurahan Tanjungpiayu, Selasa (16/2/21) malam. (F: Humas Pemko Batam)

Barakata.id, Batam- Tahun ini sebanyak 35 program pembangunan dikerjakan di Kelurahan Tanjungpiayu. Hal itu diungkapkan Lurah Tanjungpiayu Syaiful Bahri saat Musyarawah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kelurahan Piayu.

Syaiful mengungkapkan, pihaknya bersyukur atas pembangunann yang sudah dan akan dilakukan. Diakuinya, di tahun 2020 lalu banyak pembangunan yang tak terlaksana. Hal itu menurutnya karena adanya pandemi Covid-19.

“Tapi alhamdulilah masih bisa dilakukan tiga kegiatan seperti semenisasi dan pembangunan serbaguna,” ujarnya saat Musrenbang di fasum Perumahan Rhabayu Asri, Tanjungriau, Seibeduk, Selasa (16/2/21) malam.

Baca Juga:

Untuk tahun 2021 ini, Syaiful mengatakan, akan ada 35 program pembangunan yang akan dikerjakan. Rinciannya 20 program dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Batam dan 15 dari Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan (PSPK).

Sementara itu, untuk usulan di 2022, Kelurahan Tanjungpiayu mengusulkan 30 kegiatan Percepatan Infrastruktur Kelurahan (PIK) dan 10 kegiatan dari OPD.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad yang hadir dalam Musrenbang tersebut mengatakan pada prinsipnya Pemerintah Kota (Pemko) Batam berkomitmen menunaikan amanah masyarakat. Namun, komitmen itu perlu didukung semua elemen masayarakat.

“Perlu kolektivitas semua pihak, saya harapkan kita semua solid mmbangun kota yang kita cintai,” ajaknya.

Amsakar mengakui, saking banyaknya usulan sering dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, dia selalu meminta masyarakat menentukan prioritasnya saat mengusulkan rencana pembangunan di Musrenbang.

Meski dihadapkan pada keterbatasan namun, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Kepri. Koordinasi dengan Pemrov itu juga dilakukan untuk mengakomodir permintaan warga terkait perbaikan halan utama ke Seibeduk. Tak hany ke Pemrov tapi pembangunan juga melalui pokir dewan hingga berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

Baca Juga:

“Tidak masuk di musrenbang kita usulkan lagi di provinsi, lewat pokir dewan, tidak juga kita ajukan ke nasional,” imbuh dia.

Mengingat pandemi masih belum selesai, Amsakar pada kesempatan itu juga meminta masyarakat untuk tetap taat protokol kesehatan. Amsakar mengatakan, pandemi telah memukul perekonomian. Sementara pembangunan erat kaitannya dengan ekonomi. Jika ekonomi terpuruk pendapatan daerah akan terganggu, dan pembangunan juga akan sulit terlaksana.

“Baru-baru ini tim telah menindak 10 usaha yang melanggar aturan ini. Pencegahan covid ini perlu kolektivitas kita semua,” ujarnya.

***

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin