Home Kepulauan Riau Batam

Selundupkan 3 Mayat ABK dari Kapal Asing ke Batam, 2 Bos Penyalur TKI Ditangkap

1728
Mayat ABK Batam
Dua petinggi dari PT SMB diamankan polisi karena menyelundupkan 3 mayat ABK dari kapal asing dan dugaan TPPO. (F: Humas Polda Kepri)

Barakata.id, Batam – J Dan E, nekat menyelundupkan tiga mayat ABK (anak buah kapal) dari kapal asing di perairan perbatasan OPL ke Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Dua petinggi PT Surya Mitra Bahari (SMB), perusahaan penyalur tenaga kerja Indonesia (TKI) itu pun ditangkap polisi.

Keduanya diduga melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di kapal asing.

Kasus tersebut terungkap menyusul ditemukannya 3 mayat yang dijemput oleh keduanya tanpa didampingi petugas berwenang dan prosedur yang ditetapkan. Ketiga jenazah itu kemudian diketahui sebagai para pekerja di kapal ikan asing. Ketiganya adalah W Musnan (26) dan Syaban (22) asal Bireun, Aceh serta Dicky Arya Nugraha (23) asal Donggala, Sulawesi Tengah.

Direktur Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Arie Dharmanto dalam konfrensi pers di Polda Kepri, Jumat (13/8/20) mengatakan tiga orang yang telah meninggal itu diberangkatkan pada Awal Oktober 2019 lalu. PT SMB merupakan perusahaan yang memberangkatkan mereka ke Taiwan melalui Singapura.

Baca Juga:
Polisi Amankan Penyalur ABK Kapal Ikan Lu Huang Yuan Yu

“Kemudian awal Agustus ini pihak keluarga dikabari oleh PT SMB jika para pekerja itu meninggal dunia. Kemudian Senin (10/8/20) kemarin jenazah akan diserahterimakan,” tutur Arie.

Jenazah kemudian dibawa ke Pelabuhan Batuampar diantar speadboat pancung dari kapal ikan asing Fu Yuan Yu 829 yang ada di perairan OPL. Lalu tiga jenazah tersebut dibawa ke RSBP Batam menggunakan ambulan.

Berdasarkan informasi dari masyarakat terkait pengiriman jenazah pekerja migran Indonesia lewat perairan Kepri, Tim Ditreskrimum Polda Kepri melakukan penyelidikan. Lalu pada Rabu (12/8/20) tim berhasil mengamankan pengelola atau manajemen PT SMB di salah satu hotel di Batam.

“J yang diamankan adalah Direktur PT SMB dan E adalah Manager HSE PT MSB. Perusahaan ini melakukan perekrutan dan pengiriman ketiga korban ini untuk dipekerjakan di kapal pencari ikan berbendera asing,” kata Arie.

Arie mengatakan pengiriman jenazah itu tidak melalui proses sebagaimana mestinya. Termasuk tak melalui proses protokol kesehatan. Kasus seperti ini disebutnya menjadi keprihatinan bersama, sebab masih saja ada warga negara yang menjadi ABK lewat perekrutan ilegal.

Baca Juga:
WNI Dianiaya hingga Tewas di Kapal Ikan China

“Hal ini menjadi fokus kami untuk mengungkap tindak pidana perdagangan orang,” ujarnya.

Selain menangkap J dan E, polisi juga memgamankan barang bukti berupa 1 unit ponsel milik tersangka, tiga paspor dan buku pelaut (Seaman’s Book) milik para korban, uang sebanyak Rp38,5 juta dan catatan kroologis kapal yang berisi kronologis kematian para korban.

Atas perbuatan itu, keduanya dikenakan pasal 4 jo Pasal 10 UU RI Nomor 21 tahun 2007 Tentang Pemberantasan TPPO
dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp5 miliar jo Pasal 93 Undang-Undang nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan jo pasal 181 KUHP.

****

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin