Home Kepulauan Riau Batam

Polisi Amankan Penyalur ABK Kapal Ikan Lu Huang Yuan Yu

570
Para tersangka penyalur ABK di kapal ikan asing yang diamankan di Polda Kepri. (F: Istimewa)

Barakata.id- Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Kepri mengamankan 7 orang tersangka penyalur anak buah kapal (ABK) di kapal ikan asing. Para tersangka tersebut diamankan di Pulau Jawa.

“Mereka ini diamankan karena berkaitan dengan dugaan TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) di Kapal Lu Huang Yuan Yu 118 dan 117,” kata Direktur Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Arie Dharmanto, Sabtu (25/7/20) dalam konfrensi pers di Polda Kepri.

Tujuh tersangka itu berinisial HS, TA, TS, LK Alias E, ST, MH dan SC alias S. Arie mengatakan, awalnya polisi telah menetapkan satu tersangka dengan inisial SC alias C. SC ini berperan sebagai mandor atau pengawas dalam pencarian ikan di kapal Lu Huang Yuan Yu 118.

Baca Juga:
5 Penyalur WNI yang Jadi ABK di Kapal Ikan China Ditangkap, Untung Rp10 Juta/Orang

“Hari ini jumlah tersangka bertambah menjadi tujuh orang. Dua diantaranya sudah ditangani di Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Tengah,” tutur Arie.

Para tersangka yang dibawa ke Batam, kata Arie merupakan pentolan dari perusahaan yang merekrut dan menyalurkan para ABK kapal ikan asing tersebut. “Ada yang direktur dan komisaris perusahaan juga. Kami masih mendalami peran masing-masing pelaku,” ucapnya.

Sementara para tersangka yang di bawa ke Batam berkaitan langsung dengan Hasan, korban yang meninggal di kapal tersebut. Arie mengatakan jajaranya sedang melakukan penyidikan mendalam atas kasus ini.

“Baru sehari kami amankan, jadi butuh pengembangan dulu,” ucapnya.

Baca Juga:
Hasil Rapid Test, Semua Kru dan ABK di Pelabuhan Tanjunguban Non-Reaktif Corona

Barang bukti yang diamankan adalah 66 buah paspor, 37 buku pelaut, beberapa bundel akte pendirian dan perizinan perusahan. Lalu dokumen perjanjian kontrak kerja laut antara korban dengan perusahan tersebut, 2 unit laptop, 1 unit CPU, 4 buah stempel perusahaan, buku tabungan, ATM, beberapa Unit handphone dan dokumen pribadi korban.

Pasal yang diterapkan adalah Pasal 4 Jo Pasal 7 Jo Pasal 10 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

“Dengan ancaman pidana penjara paling lama seumur hidup dan pidana denda maksimal Rp 5 milliar,” pungkas Arie

 

****

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin