Home Kepulauan Riau Revitalisasi TPST Belakangpadang Didanai Rp3,8 M

Revitalisasi TPST Belakangpadang Didanai Rp3,8 M

60
TPST Belakangpadang
Sampah berserakan di tepian laut Belakangpadang beberapa waktu lalu. Pemko Batam akan segera merevitalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu di Belakangpadang tahun ini. (F: Barakata.id/Asrul R)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Batam- Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Belakangpadang akan direvitalisasi tahun ini. Hal itu merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan layanan persampahan.

Peningkatan layanan itu tak hanya dilakukan di pulau utama saja, tapi juga di pulau penyangga atau hinterland, salah satunya di Kecamatan Belakangpadang.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Herman Rozie mengatakan dana revitalisasi TPST Belakangpadang berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Rencana itu bahkan sudah diteken oleh Kementerian PUPR.

Baca Juga:

“Dana yang didapat sebesar Rp3,8 miliar,” kata Herman Rozie, Rabu (17/2/21).
Memang untuk memberikan pelayanan yang memadai di bidang persampahan, DLH Batam aktif melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder, termasuk pemerintah pusat.

“Mudah-mudahan membawa manfaat bagi Kota Batam,” ucap Kepala DLH Batam Herman Rozie.

Revitalisasi TPST ini diharapkannya dapat mencegah aktivitas buang sampah di laut. Apalagi jika sampah yang dibuang adalah sampah yang sulit terurai seperti plastik atau styrofoam. Tentu hal itu akan mencemari laut.

Tak hanya merugikan nelayan karena sampah-sampah itu berdampak pada ikan, tapi juga pada keindahan Belakangpadang.

“Belakangpadang merupakan daerah pariwisata. Pulau ini bersejarah yang sering dikunjungi wistawan mancanegara,” ujarnya.

Saat ini DLH Batam mulai menyiapkan rencana pemindahan sampah dari lokasi yang ada saat ini di Belakangpadang ke TPA Punggur.

Pemindahan sampah itu akan menggunakan moda laut. Setelah lokasinya bersih dari sampah, pengerjaan akan langsung dilakukan.

“Pengerjaan perlu waktu 3 sampai 4 bulan hingga selesai,” ujarnya.

Baca Juga:

Di tahun-tahun sebelumnya, Batam juga pernah dibantu saat membangun TPA Punggur. Saat itu dana yang digelontorkan senilai Rp23 miliar.

Sementara itu, tahun lalu (2020) juga dibantu dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pariwisata berupa alat berat, kendaraan roda empat pick up dan lain-lain.

“Total nilainya Rp7 miliar,” pungkasnya.

***

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin