Home Kepulauan Riau

Pemko Batam Latih Warga Pulau Jadi Pemandu Wisata Selam

67

Batam – Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata selam bertaraf dunia. Banyak wisatawan mancanegara seperti dari Malaysia dan Singapura yang datang untuk menikmati keindahan bawah laut di beberapa pulau seperti di perairan Pulau Abang, Pulau Hantu dan lainnya.

Kementerian Pariwisata bahkan sudah mengangap wisata bawah laut Pulau Abang tak kalah dengan pusat wisata selam di Indonesia lain yang sudah lebih dulu dikenal dunia seperti Bunaken, Bali dan Raja Ampat. Namun, potensi wisata selam di Batam sejauh ini masih digarap seadanya.

Dan kebanyakan, pengelola wisata selam itu adalah masyarakat setempat. Belum ada campur tangan pemerintah daerah yang maksimal untuk ikut ‘menjual’ potensi wisata selam di Batam. Para turis yang datang untuk menikmati wisata bawah laut masih “bebas’ menyelam tanpa ada pelayanan dan pengawasan dari pihak yang kompeten.

Karena itu, Pemerintah Kota Batam kini mulai memberi pelatihan khusus kepada sejumlah warga yang berada di kawasan wisata bahari. Para warga itu nantinya akan diberi sertifikat sebagai tenaga pemandu wisata selam.

Sejak 9 April 2019 lalu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam melaksanakan pelatihan dan sertifikasi selam untuk 25 orang di kolam renang Hotel Vista. Pelatihan Open Water Diver itu dipandu oleh instruktur selam dari Max’s Dive Centre (MDC).

Pelatihan dibagi dalam tiga tahapan dan peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Pada Minggu (14/4/19) lalu, delapan warga Pulau Abang mengikuti pelatihan tersebut.

Direktur MDC, Ana mengatakan, pelatihan dibagi menjadi tiga tahapan. Pertama dibuka dengan teori di dalam kelas. Kemudian lanjut latihan di kolam renang. Dan terakhir praktik di perairan terbuka (open water).

“Untuk latihan open water dilaksanakan dua hari di perairan Pulau Abang. Hari pertama uji coba. Hari kedua penilaian,” ujarnya seperti dilansir dari mediacenter.batam.

Ana mengatakan, ada 21 keahlian yang diajarkan kepada peserta pelatihan selam tingkat dasar ini. Mulai dari pengenalan dan pembiasaan menggunakan alat SCUBA, hand signal, buoyancy, mask dan regulator clearing, safety stop, navigasi, sampai materi tentang kegawatdaruratan (emergency) penyelaman.

“Saat di laut itu kita ulang lagi materi di kolam, baru kita ajarkan lagi keahlian selam lainnya,” ujarnya.

Saat latihan di perairan terbuka, peserta diberi kesempatan minimal dua kali menyelam per hari. Dan bisa ditambah menjadi tiga kali agar mereka lebih percaya diri dengan ilmu yang dipelajari.

“Pelatihan yang kita berikan komplit. Karena menyelam ini berisiko, jadi kita tidak main-main,” kata dia.

Ana mengatakan, hasil penilaian dari kegiatan sertifikasi ini, selanjutnya akan dikirim ke Professional Association of Diving Instructor (PADI). MDC sendiri sudah dua kali dipercaya Pemko Batam untuk mengisi pelatihan selam.

Menurut Ana, agar seseorang bisa menjadi pemandu selam, ia harus menguasai minimal level Rescue Diver. Setelah itu masih ada dua tahap lagi yaitu Open Water Diver, dan Advance Diver.

Ana menyarankan kepada Disnaker Batam agar di tahun-tahun berikutnya dilaksanakan pelatihan untuk jenjang lebih tinggi. Dengan demikian, Batam terutama warga di kawasan wisata bahari benar-benar memiliki tenaga pemandu selam dengan sertifikasi keahlian sesuai ketentuan.

“Sementara ini, kami ajak mereka untuk mendampingi kami bila ada tamu wisatawan yang menyelam. Ini penting untuk menambah kemampuan mereka, serta menambah jam selamnya. Karena untuk sertifikasi ke level advance dan rescue diver ini juga dilihat dari jam selam,” kata Ana.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin