Home Kepulauan Riau Karimun

Kepri Bentuk Tim Satgas Cegah Virus Corona

76
Gubernur Kepri Isdianto
Plt Gubernur Kepri, Isdianto meninjau Pelabuhan Internasional Karimun untuk mengantisipasi masuknya virus Corona di Kepri, Selasa (28/1/20).

Barakata.id, Tanjungpinang – Merebaknya wabah virus Corona dari Wuhan, Cina membuat sejumlah negara termasuk Indonesia memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk internasional. Virus Corona juga mendapat tanggapan serius dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Plt Gubernur Kepri, Isdianto mengatakan, pihaknya membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) khusus yang ditugaskan untuk mengantisipasi masuknya virus Corona di Provinsi Kepri. Tim ini diharapkan dapat menghimpun informasi dan mengantisipasi masuknya virus Corona.

“Tim Satgas khusus ini akan kita tempatkan di pelabuhan-pelabuhan dan bandara-bandara sebagai pintu masuk atau akses kedatangan kunjungan wisatawan khususnya asal Cina yang berkunjung ke Provinsi Kepri,” kata Isdianto saat meninjau Pelabuhan Internasional di Kabupaten Karimun, Kepri, kemarin.

Baca Juga :
Cegah Virus Corona, Dinkes Batam Cek Suhu Tubuh Pendatang

Isdianto menegaskan, meski saat ini Kepri dinyatakan bebas dari virus Corona, tapi pihaknya melalui Dinas Kesehatan akan terus melakukan langkah antisipasi agar daerah ini benar-benar terbebas dari penyakit mematikan itu.

“Apalagi tiga daerah di Provinsi Kepri sudah masih dalam daftar daerah yang berpotensi tinggi menghadapi virus Corona,” kata dia.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Dr Cecep Yudiana telah mengumpulkan seluruh stake holder di bidang kesehatan untuk menghadapi wabah virus Corona di Rumah Sakit Awal Bros, Kota Batam (28/1/20). Ia berharap adanya kesamaan pandangan dan keteguhan hati dalam menghadapi wabah ini. Sehingga dapat ditanggulangi dan ditangkal secara dini.

“Kita sudah punya 4 rumah sakit rujukan di provinsi Kepulauan Riau dan ada 18 lagi yang siap sedia seandainya melebihi kapasitas,” ujarnya.

Baca Juga :
Virus Corona Bikin Cina Mencekam, 41 Juta Orang Dikarantina, 26 Meninggal dan 800 Dirawat

Cecep juga menginstruksikan adanya koordinasi erat antara Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dengan rumah sakit rujukan. Ini penting agar dapat menangani suspek dengan cepat dan tepat.

“KKP adalah pintu masuk bagi wisatawan asing khususnya yang memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan atau pernah berinteraksi dengan orang yang terjangkit. Untuk itu perlu koordinasi erat antara KKP dan rumah sakit rujukan dalam menentukan suspek yang didapat apakah negatif atau positif,” kata dia.

Koordinasi ini diharapkan bisa meminimalisir kesalahan penanganan dalam menghadapi wabah ini.

“Prosedur dan pedoman penanganan harus ditaati. Fungsi Surveilance harus dimengerti oleh semua tenaga kesehatan. Sehingga kita mampu menangani suspek atau bukan suspek dengan baik dan tepat,” pungkasnya.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin