Home Jelajah Seni Budaya

Mira Evita Juara 1 Milenial Membatik

89
Kolase. Hasil karya para peserta Milenial Membatik yang berhasil meraih juara 1 sampai 3. (F: Istimewa)

Barakata.id- Mira Evita berhasil meraih juara 1 kompetisi Milenial Membatik yang diadakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri. Kompetisi yang melombakan desain ornamen batik Kepri itu dihelat mulai awal bulan Juni.

Mira Evita berhak memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp 10 juta. Selain itu dia juga mendapatkan sertifikat penghargaan, Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Pemrov Kepri atas karyanya serta gratis workshop membatik.

Pengumuman pemenang tersebut ditampilkan secara daring melalui saluran YouTube Milenial Membatik, Jumat (17/7/20). Perwakilan Kadin Kepri sekaligus juri dalam kompetisi tersebut Indina Putri Fadjar yang langsung mengumumkan nama-nama pemenang.

Baca Juga:
Kadin Kepri Ajak Cintai Batik Lewat Milenial Membatik

Untuk juara 2 diraih oleh Rathe Hardiyanti. Hadiahnya berupa uang tunai sebesar Rp 7 juta. Sementara itu juara 3 diraih oleh Ony Setiawan. Hadianya uang tunai Rp 5 juta.

“Keduanya juga mendapatkan sertifikat penghargaan, free workshop membatik dan HAKI,” kata Indina.

Indina menyebut, karya ketiga pemenang itu menampilkan identitas dan mempresentasikan Kepri. Nuansa alam dan budaya tampil menyatu dan saling mendukung seperti filosofi masyarakat Kepri.

“Penggambaran dinamika tersirat dari desain, elemen rupa, gerak luwes terpadu dan menyatu sekali pada karya-karya mereka,” kata Indina.

Pada kesempatan itu Indina juga mengumumkan peserta yang karyanya masuk 10 besar. Para pemenang ini juga mendapatkan sertifikat, worshop membatik gratis dan HAKI.

Para pemenang tersebut adalah, Hendra menjadi pemenang nomor 4, nomor 5 diraih Desi Muliani, nomor 6 diraih Aragani Timur, nomor 7 diraih Yelmi Nanda, nomor 8 diraih Yoga, nomor 9 diraih Tamara Gita, dan ke-10 diraih Jenatin Aulia Putri.

Baca Juga:
Bisnis Fesyen Tak Mati di Masa Pandemi

Panitia Pelaksana Milenial Membatik Ida Bagus Ngesti Dewa Manuaba berharap dari kompetisi ini akan lahir program-program lanjutan. Sehingga karya-karya desain yang sudah jadi ini tak berhenti sampai di kompetisi ini saja. Melainkan dapat menghasilkan pengusaha baru.

“Dari karya yang ikut, kami melihat milenial Kepri mempunya kreativitas yang luar biasa. Ini menujukkan peran milenial tidak bisa diabaikan,” kata pecinta batik yang akrab disapa Budit ini.

Sebelumnya, Budit mengatakan, kompetisi membuat desain batik ini diadakan untuk menggali ide-ide kreatif milenial. Sehingga melek budaya.

“Awalnya tahu dulu, akhirnya bisa melihat batik sebagai sesuatu. Sehingga menimbulkan kecintaan terhadap budaya batik,” kata dia.

Selain dari Kadin Kepri, kompetisi Milenial Membatik dinilai oleh para juri, yaitu akademisi desain kriya Institut Kesenian Jakarta Fabianus, desainer batik Natasha Rofalina, Direktur Eksekutif Batam Tourism and Promotion Board Edi Sutrisno, dan Dosen Arsitektur Universitas Internasiona Batam.

****

Penulis : Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin