Home Warta Nusantara Menkes Terawan Yakin Tak Ada Rumah Sakit Curang Soal Data Kematian Pasien...

Menkes Terawan Yakin Tak Ada Rumah Sakit Curang Soal Data Kematian Pasien Covid-19

10
Rumah Sakit Curang
Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto saat konfrensi pers di Kantor Presiden, Selasa (15/9/20). (F: Satgas Covid-19)

Barakata.id, Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengaku yakin tak ada rumah sakit yang berlaku curang soal data kematian pasien Covid-19. Ia menegaskan, data kematian pasien di rumah sakit selalu bisa dipertanggungjawabkan.

Hal itu disampaikan Terawan saat ditanya ihwal sempat adanya anggapan bahwa rumah sakit yang berlaku curang dengan meng-Covid-kan pasien meninggal dunia, demi mendapatkan anggaran dari pemerintah.

“Saya masih memandang, saya kan pernah kerja di rumah sakit. Kami punya nurani kalau iya katakan iya, tidak katakan tidak, apalagi menyatakan orang meninggal itu harus benar-benar kita pertangungjawabkan,” kata Terawan dalam webinar di HUT Partai Golkar ke-56, Selasa (20/10/20).

Untuk diketahui, Menkes Terawan sebelumnya pernah menjadi direktur di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.

“Karena itu saya pikir positif, enggak ada menurut saya (manipulasi data),” kata dia seperti dilansir dari Tempo.co.

Baca Juga :

Dalam forum yang sama, Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Fahmi Idris pun menyatakan sependapat dengan pernyataan Terawan. Menurut dia, soal kecurangan data kematian pasien untuk mendapatkan anggaran pemerintah dapat diuji dengan audit medik.

“Saya kira kita punya instrumen audit untuk memastikan itu, tetapi kami tetap punya keyakinan tidak ada niat menagihkan seperti itu,” kata Fahmi.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko meminta rumah sakit jujur dalam menangani pasien. Jangan sampai semua pasien yang meninggal dunia di rumah sakit dinyatakan positif Covid-19.

Moeldoko mengaku banyak menerima informasi, juga isu yang berkembang di tengah masyarakat tentang rumah sakit yang memanfaatkan pandemi Covid-19 untuk mencari keuntungan.

Isu yang beredar di masyarakat, lanjut Moeldoko, banyak rumah sakit yang memvonis pasien meninggal dunia disebabkan oleh virus corona. Padahal, hasil uji lab pasien tersebut belum keluar.

Baca Juga :

Perbuatan itu dilakukan pihak rumah sakit demi mendapatkan anggaran dari pemerintah.

“Isu-isu seperti ini yang bisa menimbulkan keresahan di masyarakat, jadi harus segera ditangani,” katanya usai rakor penanganan Covid-19 di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Semarang, Rabu (1/10), dikutip dari laman Pemprov Jateng.

“Bukan hanya di sini (Jateng) isunya, tapi terjadi di semua wilayah Indonesia,” sambungnya.

Moeldoko menegaskan bahwa pihak rumah sakit harus transparan terkait hasil pemeriksaan terhadap pasien meninggal dunia. Semua kematian harus didefinisikan dengan jelas, berdasarkan hasil lab atau pemeriksaan klinis terhadap si pasien.

“Sangat banyak isu yang beredar soal ini. Ada yang diduga terpapar virus corona kemudian meninggal, padahal hasil tes swab belum keluar, tapi sudah divonis kena Covid-19. Kemudian saat hasil tes keluar ternyata negatif,” katanya.

“Kalau begitu kan kasihan keluarganya. Ini contoh yang harus segera kita perbaiki. Kalau itu benar, harus ditindak tegas,” sambung dia.

“Jangan sampai ini menguntungkan pihak-pihak yang memang ingin mengambil keuntungan dari pandemi,” pungkas Moeldoko.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin