Home Catatan

Memulai Hari-Hari di Penjara

Dr. Surianto
- Analis Kebijakan Ahli Madya Ditjen Pemasyarakatan
- Lektor Manajemen Strategis PPs.ITB Nobel Indonesia-Makassar

26
Dr. Surianto
Dr. Surianto

Barakata.id, Catatan – Jika manajemen adalah mengatur agar menjadi sesuai target, maka penjara yang dirubah penamaanya menjadi Lembaga Pemasyarakatan sejak 27 April 1964, membutuhkan pengaturan atau manajemen agar menjadi sesuai target. Pertanyaanya adalah apakah mungkin mengatur penjara itu?

Perubahan penamaan dari penjara ke Pemasyarakatan adalah sebuah cara awal untuk mengatur penjara. Alexius Meinong Ritter von Handschuchsheim  seorang filsuf Austria, adalah realis yang terkenal dengan ontologi uniknya,mengemukakan Geganstands theory ( teori obyek). Tiga ranah keberadaan obyek-obyek yaitu: Obyek Eksistensi (terlihat dengan nyata), Obyek Subsistensi (terbayangkan /bilangan/ terpikirkan), dan  Obyek Absistensi (tidak terbayangkan apalagi terlihat).

Geganstands theory ini menunjukan bahwa Pemasyarakatan itu adalah konsep yang tidak hanya berada pada eksistensi, tapi juga pada subsistensi. Pemasyarakatan pada eksistensi dengan mudah kita lihat gedung-gedungnya yang tertutup rapat, dengan pintu besar yang disepertiga dari bawah pintu itu ada lobang kecil persegi empat yang digunakan untuk mengintai alias mengintip keluar. Tapi pada level subsistensi pemasyarakatan itu seperti sebuah matematika yang berhubungan dengan banyak konsep semisal angka negative, yang ada dipikiran tapi tidak hadir di dunia nyata. Seperti sebuah tata bahasa yang dapat melihat arti kata benda atau kata kerja yang dapat diubah bahkan dinegasikan dengan penambahan kata sifat dan kata keterangan tertentu tertentu. Simpulannya Pemasyarakatan itu butuh manajemen khusus untuk mengurai kerumitannya, baik ia dalam eksistensinya, terlebih dalam subsistensinya.

Penulis akan mulai melihat mungkin juga menunjukan perlakuan apa yang dialami oleh Seseorang pada kali pertama memasuki dunia Pemasyarakatan yang kotak itu. Setelah diperiksa secara administrative, maka akan dilanjutkan dengan pengecekan kesehatan oleh tim Medis, bahkan disebahagian Lapas (akronim dari Lembaga Pemasyarakatan) dan Rutan (akronim dari Rumah Tahanan Negara), juga diperiksa psikiater.

Setelah pengecekan administrasi dan pemeriksaan awal kesehatannya, maka dimulailah tahapan masa pengenalan lingkungan (Mapenaling). Mapenaling adalah proses pengenalan awal baik lingkungan maupun program serta cara pelaksanaanya, kepada tahanan atau napi baru. Ada kawasan khusus yang disiapkan untuk masa Mapenaling ini, minimal kamar/ruang khusus untuk mapenaling.

Selama minimal tujuh hari seorang tahanan / Narapidana baru akan menghabiskan waktunya di kawasan Mapenaling ini. Berbagai program sudah disusun dan ditetapkan disana, mulai dari pemberitahuan akan hak dan kewajibannya, penanaman nilai-nilai kebangsaan, hingga penggalian potensi dirinya, baik potensi keterampilan maupun potensi lainnya seperti olahraga, politik, hingga afiliasinya dengan organisasi tertentu.

Memang tidak mudah melewati waktu tujuh hari ini, karena tahanan/napi baru itu harus mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya yang serba terbatas, bahkan sangat terbatas. Keterbatasan itu mulai dari ruang gerak yang sangat ditentukan dan diawasi, hingga penguasaan busana dan pemilihan makan yang tidak bisa dilakukan.

Meskippun tidak mudah, namun semua tahanan harus melewati Mapenaling ini, minimal tujuh hari yang pada hari ke tujuh itu akan dilakukan penilaian/assesmen terhadap penyerapan atau tingkat penerimaan dari tahanan/napi baru tersebut. Jika hasil penilaian ini memenuhi kriteria pemahaman awal terhadapat budaya atau kebiasaan dalam Lapas/Rutan, maka yang bersangkutan akan ditempatkan pada blok dan kamar yang reguler kategoris. Demikian juga sebaliknya, jika hasil penilaian dihari ketujuh itu menunjukkan hasil yang belum memenuhi standar penyerapan terhadap tata cara dan budaya hidup dalam Lapas/Rutan, maka program Mapenaling itu akan diperpanjang untuk tujuh hari kedua.

Secara umum target yang ingin dicapai/diketahui  dalam program Mapenaling ini: mengetahui keterampilan dasar atau kecakapan bawaan, tingkat pendidikan formal, Varian pengalaman kerja dan kehidupan sebelum terlibat kasus pelanggaran hukum, jaringan pertemanan (net working), pandangan ideologi kebangsaan, tingkat pemahaman dan praktek keagamaan yang dianut, olahraga dan seni yang digeluti/dikuasai/diminati, pemahaman atas kasus yang menimpanya, kemampuan bersosialisasi , mendeteksi pro atau anti sosial, agresifitas, introvert/ekstrovert, dan hal-hal yang menjadi harapan/cita-citanya kedepan. Semua hal-hal itu akan dicatat dalam lembar penilaian dan akan menjadi poin penting dalam penentuan berakhir atau berlanjutnya program Mapenaling ini.

Sekilas program Mapenaling ini mungkin terlihat  biasa dan normatif saja, namun secara esensial program inilah yang menentukan lancar atau tersendatnya pemenuhan hak-haknya kedepan, mulai dari pemberian pengurangan hukuman (Remisi), hingga program Pembebasan Bersyarat (PB). Pada bagian menggalian potensi bawaan, kegemaran olahraga, pelaksanaan ritual keyakinan, dan sejenisnya, mungkin tidak terlalu sulit. Tapi petugas penilai akan lebih ekstra dan menggunakan banyak metode deteksi ketika tiba pada pandangan ideologi, jaringan pertemanan, dan pemahaman atas kasus yang menimpanya. Tiga bagian terakhir ini sangat penting digali, guna mengetahui tingkat potensi gangguan keamanan dalam Lapas/Rutan.

Pada hari terakhir di program Mapenaling, seluruh data yang dihimpun oleh petugas penilai, akan dielaborasi kembali dengan pertugas  Pembimbing Kemasyarakatan (PK). Hasil elaborasi data, informasi dan pengetahuan tersebut akan tertuang dalam Litmas perawatan. Litmas Perawatan adalah evaluasi / bagian akhir dari program mapenaling, dan menjadi syarat WBP untuk mendaptkan program dan hak-hak berikutnya. Guna memberikan kepastian regulative, maka setiap tahanan/napi baru yang selesai pada program Mapenaling, akan memperoleh Surat Keterangan Selesai Mengikuti program Mapenaling. Suket ini kemudian akan menjadi lokomotif bagi seluruh program dan pemberian hak-hak beryarat berikutnya, hingga yang bersangkutan dinyatakan selesai menjalani pidana.

Dapatkan update berita setiap hari di Barakata.id. Yok! bergabung di Grup Telegram "KATA BARAKATA", caranya klik link https://t.me/SAHABATKATA, kemudian join. Juga ikuti Barakata.id di Google Berita. Lihat selengkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin

Kenapa Woi? #Shorts