Home Urban Catatan

Stop Bullying di Lingkungan Sekolah

Penulis: Nursilawati

128
upaya pencegahan tindakan bullying yang terjadi dilingkungan sekolah
Hasil project poster pencegahan bullying berdasarkan kreatifitas siswa dengan kelompoknya. Foto: barakata.id
artikel perempuan

Bullying adalah tindakan penggunaan kekuasaan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang baik secara verbal, fisik, maupun psikologis sehingga korban merasa tertekan, trauma, dan tak berdaya (Sejiwa, 2008).

Remaja yang menjadi korban bullying lebih beresiko mengalami berbagai masalah kesehatan, baik secara fisik maupun mental.

Adapun masalah yang lebih mungkin diderita anak-anak yang menjadi korban bullying, antara lain munculnya berbagai masalah mental seperti depresi, kegelisahan dan masalah tidur yang mungkin akan terbawa hingga dewasa, keluhan kesehatan fisik, seperti sakit kepala, sakit perut dan ketegangan otot, rasa tidak aman saat berada di lingkungan sekolah, dan penurunan semangat belajar dan prestasi akademis.

Seorang pembully tidak mengenal gender maupun usia. Bahkan, bullying sudah sering terjadi disekolah dan dilakukan oleh para remaja. Dampak yang diakibatkan oleh tindakan inipun sangat luas cakupannya.

Remaja yang menjadi korban bullying lebih beresiko mengalami berbagai masalah kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Tindakan bullying ini juga dapat terjadi pada lingkungan sekolah, rumah, masyarakat maupun media cyber.

Apa saja yang termasuk kedalam jenis Bullying?

1. Bullying Fisik

Bullying Fisik, jenis bullying yang paling tampak dan paling dapat diidentifikasi diantara bentuk-bentuk penindasan lainnya. Jenis penindasan secara fisik diantaranya: memukul, mencekik, mengigit, menendang, mencakar, memiting dan lainnya

2. Bullying Verbal

Bullying Verbal, yaitu bentuk penindasan yang umum digunakan, baik oleh anak perempuan maupun laki-laki. Penindasan verbal dapat berupa julukan nama, celaan, fitnah, kritik kejam, penghinaan dan lainnya

3. Bullying Relasional

Bullying Relasional jenis ini paling sulit dideteksi dari luar. Penindasan relasional adalah pelemahan harga diri si korban penindasan secara sistematis melalui pengabaian, pengucilan, pengecualian atau penghindaran.

4. Cyber bullying

Cyber bullying, yaitu bentuk bullying yang terbaru karena semakin berkembangnya teknologi, internet dan media social. Pada intinya korban mendapatkan pesan negative dari pelaku secara terus menerus baik dari sms, pesan di internet maupun media social lainnya.

Siapa saja yang terlibat dalam Bullying?

a. Korban, anak yang sering kali menjadi korban bullying biasanya mengarah pada kondisi anak yang berbeda baik secara fisik maupun non fisik yaitu:

  • Anak yang cenderung sulit bersosialisasi
  • Anak yang memiliki fisik berbeda dengan anak lainnya
  • Anak yang cenderung berbeda dengan yang lainnya (faktor keluarga dari segi ekonomi)

b. Pelaku, memiliki ciri –ciri:

  • Cenderung hyperaktif, implusif, aktif dalam gerak, menuntut perhatian, menentang, merusak dan ingin menguasai orang lain
  • Memiliki temperamen yang sulit dan masalah pada atensi/konsentrasi, egois
  • Kurang empati
  • Adanya perasaan iri, benci dan biasanya menutupi rasa malu dan gelisah
  • Cenderung memiliki fisik yang lebih kuat, lebih dominan dari pada teman sebayanya

c. Saksi, yaitu seseorang atau kelompok yang melihat/menyaksikan terjadinya kasus bullying

Faktor penyebab terjadinya bullying

  1. Keluarga, dimana orangtua yang sering menghukum anaknya secara berlebihan atau situasi rumah yang penuh stress, agresi dan permusuhan
  2. Sekolah, pihak sekolah yang mengabaikan keberadaan bullying. Akibatnya anak-anak sebagai pelaku bullying akan mendapatkan penguatan terhadap perilaku mereka untuk melakukan intimidasi terhadap anak yang lain
  3. Faktor kelompok teman sebaya baik disekitar rumah maupun teman disekolahnya
  4. Kondisi lingkungan social, salah satu faktor lingkungan social yang menyebabkan tindakan bullying adalah kemiskinan
  5. Tayangan televisi dan media cetak

Adapun pembuatan artikel ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja penyebab terjadinya bullying, siapa saja yang terlibat dalam tindakan bullying, jenis-jenis bullying, serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah terhadap tindakan bullying yang terjadi dilingkungan sekolah.

Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan membuat sebuah project poster pencegahan bullying berdasarkan kreatifitas siswa dengan kelompoknya.

Berikut proses dan hasil yang dilakukan oleh siswa dalam pembuatan project poster pencegahan bullying.

Dapatkan update berita pilihan setiap hari bergabung di Grup Telegram "KATA BARAKATA", caranya klik link https://t.me/SAHABATKATA kemudian join.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin