Home Kepulauan Riau

Media Siber Punya Peran Penting Tangkal Hoax dan Paham Radikal

57
Diskusi Menangkal Hoax dan Paham Radikal yang digelar FKDM, SMSI dan Kesbangpol Kepri di Batu 10 Tanjungpinang, Selasa (15/10/19). (F: Barakata.id)

Barakata.id, Tanjungpinang – Media siber atau online memiliki peran penting dalam upaya menangkal berita palsu atau hoax. Media juga bisa menjadi benteng dalam mencegah penyebaran paham-paham radikal.

Hal itu terangkum dalam diskusi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Kepri bersama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kepri dan Kesbangpol Provinsi Kepri di Kedai Kopi Batu 10, Tanjungpinang, Selasa (15/10/19).

Baca Juga : Bripda Nesti, Polwan Diduga Teroris Disiapkan Jadi “Pengantin Bom”

Diskusi bertajuk “Menguatkan Peran Media Massa dalam Menangkal Hoax dan Radikalisme” itu diikuti puluhan pemilik media dan jurnalis siber atau online di Kepri.

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kepri, Lamidi mengatakan, peran atau fungsi media sangatlah penting dalam memerangi hoax dan menangkal paham radikal di era keterbukaan informasi saat ini.

“Media massa dapat menjadi corong bagi masyarakat untuk menghilangkan kepercayaan terhadap suatu informasi yang beredar di media sosial yang belum diketahui kebenarannya,” kata dia.

Menurut Lamidi, menimbulkan kepercayaan masyarakat terhadap media massa itu sangatlah penting. Karena itu, perusahaan media juga harus lebih selektif untuk menyajikan berita atau informasi kepada masyarakat.

“Berita-berita yang diterbitkan harus berdasarkan fakta, akurasinya terjaga dan bisa memberi edukasi kepada pembacanya. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap media terutama media berbasis siber atau online semakin tumbuh,” kata dia.

“Sekarang kan zaman serba digital, potensi ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh media,” sambung Lamidi.

Diskusi Menangkal Hoax dan Paham Radikal yang digelar FKDM, SMSI dan Kesbangpol di Batu 10 Tanjungpinang, Selasa (15/10/19). (F: Barakata.id)

Di tempat yang sama, Zakmi pengurus SMSI Kepri mengatakan, diskusi ini digelar memang untuk menyamakan persepsi antara pemerintah khususnya Kesbangpol dalam memandang berita palsu atau hoax dan paham radikal. Selain itu juga untuk menjalin silaturahmi antara pemilik media siber di Kepri dengan mitra kerja.

“Kerja-kerja media memang harus dilandasi kebenaran. Kalau ada media yang menyebar hoax, itu kan sudah tidak baik,” katanya.

Baca Juga : Maksimalkan Kearifan Lokal Kepri untuk Cegah Radilalisme

Zakmi berharap, para pemilik media yang tergabung dalam SMSI Kepri bisa terus meningkatkan kualitas produk jurnalistik yang dihasilkan. Salah satu caranya adalah dengan memberi pelatihan jurnalistik atau penulisan kepada jurnalisnya.

Dengan demikian, karya jurnalistik yang dihasilkan media siber di Kepri dapat dipercaya dan menjadi acuan masyarakat dalam memperoleh informasi. Media juga bisa menjadi penyambung program yang dirancang pemerintah kepada masyarakat.

*****

Penulis : Ali Mhd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin