Home Nusantara Bripda Nesti, Polwan Diduga Teroris Disiapkan Jadi “Pengantin Bom”

Bripda Nesti, Polwan Diduga Teroris Disiapkan Jadi “Pengantin Bom”

143
Ilustrasi. Densus Anti-teror Polri.

Barakata.id, Jakarta – Bripda Nesti Ode Samili (23), Polwan yang diduga terpapar paham radikal dipecat dari institusi Polri. Ia dua kali ditangkap Densus 88 Antiteror Polri.

Bripda Nesti diduga terpapar paham radikal cukup dalam meski awalnya mempelajari paham radikal secara otodidak lewat melalui media sosial. Ia juga disebut pernah berinteraksi dengan pimpinan JAD Bekasi, Fazri Pahlawan alias Abu Zee Ghuroba.

Baca Juga : Polwan Diduga Teroris Tugas di Polda Malut, Pernah Ditangkap Pakai Identitas Palsu

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, Nesti dipersiapkan menjadi eksekutor bom bunuh diri atau biasa disebut pengantin.

“Dia (Nesti) dipersiapkan sebagai suicide bomber,” katanya, seperti dilansir Antara, Sabtu (12/10/19).

“Dia sudah dipecat (dari institusi Polri),” tegas Dedi.

Dedi mengatakan, Polri akan menindak tegas kasus terorisme. Anggota Polri yang terlibat pada terorisme akan turut dihukum.

“Kami tegas, siapa pun, baik masyarakat atau polisi yang masuk jaringan teroris, kalau terbukti, akan dihukum,” katanya.

Bripda Nesti sebelumnya berdinas di Polda Maluku Utara. Ia dua kali ditangkap Densus 88 Antiteror.

Pertama kali, Bripda Nesti ditangkap Polda Jawa Timur saat ia mendarat di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, dan hendak ke Surabaya. Kedua, ia kembali ditangkap oleh Densus 88 Antiteror di Yogyakarta pada akhir September 2019.

Bripda Nesti ditangkap lantaran berada di bawah pengawasan Densus 88 dan diduga aktif dalam kegiatan-kegiatan bersama kelompok radikal.

Baca Juga : Densus 88 Tangkap Polwan Diduga Teroris Kelompok ISIS

Sebelumnya, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra menyebut, jika dalam sidang kode etik terbukti menganut paham radikal, Nesti akan dipecat dari institusi.

“Secara aturan organisasi, (saat ini) menuju untuk menjalani sidang kode etik. Jika nanti memang terbukti, akan dilakukan PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat),” tegas Asep di Mabes Polri, Kamis (3/10).

*****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here