Home Kepulauan Riau Jadikan Pelabuhan Batu Ampar sebagai Green Port Percontohan di Indonesia, Ini yang...

Jadikan Pelabuhan Batu Ampar sebagai Green Port Percontohan di Indonesia, Ini yang Disiapkan BUP BP Batam

198
Tim Kementerian PPN/Bappenas diwakili oleh Direktur Pengembangan Wilayah dan Kawasan, Sumedi Andono Mulyo dan Kepala Subdirektorat Kawasan Strategis, Ika Retna Wulandary melakukan kunjungan lapangan ke beberapa proyek di Batam belum lama ini. F: Dok. Batamport.bpbatam
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Batam- Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Badan Pengusahaan (BP) Batam tak hanya fokus pada pembenahan sistem dengan digitalisasi, namun tengah menggodok pengembangan Pelabuhan Batu Ampar dari segi infrastruktur dan suprastruktur.

Baca juga:

Dalam Rencana Induk Pelabuhan (RIP) 2020, pengembangan Pelabuhan Batu Ampar Jangka Pendek (2021-2025) direncanakan akan dimulai dengan perkuatan dermaga utara sepanjang 700 meter, pembangunan lapangan peti kemas seluas 2-10 Ha, perkuatan dermaga utara lama sebagai terminal multipurpose sepanjang 408 m dan pendalaman alur pelayaran kolam depan dermaga menjadi -8 LWS.

Baca juga:

Dari segi suprastruktur, BUP BP Batam akan melakukan pengadaan peralatan bongkar muat 2 unit Gantry Crane, 5 Unit Trantainer untuk kegiatan multipurpose di dermaga timur, 2 Unit Reach Stacker, 2 Unit Top Loader, 10 Unit Head Truck dan 20 Unit Chassis.

Direktur BUP BP Batam, Nelson Idris (tengah) memberikan keterangan pers, Jumat (8/1/2021). F: barakata.id

Baca juga:

Direktur BUP BP Batam, Nelson Idris mengatakan, dengan pengembangan jangka pendek ini, diharapkan pada tahun 2025, arus peti kemas di Pelabuhan Batu Ampar mencapai 1,8 Juta TEUS dan dapat mengakomodir kapal dengan kapasitas 3000 TEUS atau kapal generasi ke-3 untuk angkutan Peti Kemas Domestik.

Baca juga:

Meski bertahap, Nelson optimis bahwa ke depannya, dengan pengembangan infrastruktur dan perlengkapan suprastruktur ini, dapat mengantarkan Pelabuhan Batu Ampar sebagai Green Port percontohan di Indonesia.

Baca juga:

“Kami juga sedang merancang penerapan teknologi digital Terminal Operating System (TOS). Digitalisasi TOS tidak hanya meningkatkan pelayanan karena handling peti kemas menggunakan sistem, namun juga menghemat pengeluaran biaya operasional pengguna jasa yang dapat menurunkan biaya logistik,” ungkap Nelson, Jumat (8/1/2021).

Baca juga:

*****

Editor: Ali Mhd

 

Advertisement
SebelumnyaSiap-Siap, 21.293 Keluarga di Batam Dapat Bantuan Sembako Kemensos
SelanjutnyaTanah Longsor di Batam, 3 Orang Tertimbun, 2 Tewas