Isdianto Ajak Pengusaha AS Investasi Pariwisata di Kepri

501
Plt Gubernur Kepri, Isdianto menerima kunjungan Konsul AS untuk Sumatera, Guy Margalith di gedung Graha Kepri, Batam, Jumat (9/8/19) lalu. (F: Humas Pemprov Kepri)

Barakata.id, Batam – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Isdianto mengajak para pengusaha Amerika Serikat (AS) untuk berinvestasi di sektor pariwisata. Ajakan itu disampaikan Isdianto saat menerima kunjungan Konsul AS untuk Sumatera, Guy Margalith di gedung Graha Kepri, Batam, Jumat (9/8/19) lalu.

Pada pertemuan itu, Isdianto mengatakan, kemitraan Pemprov Kepri dengan AS bisa dilakukan di banyak sektor. Namun, ia berharap lebih ke sektor pariwisata terutama soal pembangunan infrastrukturnya.

“Kemitraan AS dan Indonesia, khususnya, yang sudah 70 tahun akan lebik baik ke depan. Kerja sama akan semakin kita tingkatkan, terlebih untuk pariwisata,” kata Isdianto dalam siaran pers Pemprov Kepri.

Menurut Isdianto, masa depan pariwisata di Kepri sangat bagus. Saat ini, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri sudah berada di peringkat dua di Indonesia setelah Bali. Tahun ini, kunjungan wisman ke Kepri berhasil melampaui jumlah kunjungan wisman ke Jakarta.

Baca Juga : Isdianto Optimistis Kunjungan Wisman Kepri Lewati Bali

Meski demikian, Isdianto menyebut pariwisata Kepri belum memiliki infrastruktur yang merata. Karena itu, ia berharap Guy Margalith bisa mengajak pengusaha di negeri Paman Sam untuk berinvestasi di Kepri.

“Pariwisata di Kepri sangat menjanjikan. Membangun infrastrtuktur untuk pariwisata sangat kita perlukan. Kalau ada investor untuk itu, akan kita beri kemudahan,” kata Isdianto yang dalam pertemuan itu didamping Asisten Perekonomian Kepri, Syamsul Bahrum dan Kepala Biro Ekonomi Kepri, Heri Andrianto.

Menurut Isdianto, Provinsi Kepri berbeda yang dengan daerah lain karena wilayahnya sekitar 96 persen adalah lautan, daratannya hanya sekitar 4 persen.

Dalam pertemuan itu, Guy Margalith juga memuji keindahan alam di Kepri. “Kepri ini indah, sangat indah sekali,” katanya.

Guy yang didampingi Staf Ahli Politik dan Ekonomi RI, Rachma Jaurinata mengatakan, perdagangan dan investasi, terutama infrastruktur memang menjadi prioritas utama investasi AS untuk Indonesia.

Guy mengatakan, terus meningkatkan turis asing yang datang ke Kepri hingga mampu melewati Jakarta adalah keberhasilan besar. Apalagi Jakarta merupakan Ibu Kota Negara Republik Indonesia.

Menurut dia, pariwisata Kepri memang sangat menarik. Hampir seperti Bali, Kepri memiliki kekayaan sumber daya alam bahari yang sangat besar. Hal itu berhasil dipadukan dengan kebudayaan setempat dan modernisasi industri perdagangan dan olahraga.

Selain pariwisata, Guy juga menyebut potensi industri manufaktur dan ekonomi digital di Kepri. Ia mengaku senang ada perusahaan perakitan Apple yang sudah masuk ke daerah ini.

Baca Juga : Nelayan Kepri Kesulitan Dapatkan BBM

Pertemuan itu juga membahas tentang pengembangan sumber daya manusia. Baik pertukaran pemuda, melanjutkan pendidikan di AS atau training untuk pegawai negeri dan lainnya.

Menurut Guy, tentang pertukaran pemuda, AS sudah banyak melakukannya dengan pemerintah Indonesia. Pemerintah AS ingin program ini terus dilanjutkan, agar lebih banyak kesempatan warga AS mengetahui lebih banyak tentang Kepri.

Di akhir pertemuan, Guy tampak gembira saat Isdianto menyerahkan batik khas Kepri, batik Gonggong berwarna kuning emas sebagai cenderamata.

“Terima kasih. Ini batik pertama yang saya terima dari Indonesia,” kata Guy.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini