Home Kepulauan Riau Isdianto Optimistis Kunjungan Wisman Kepri Lewati Bali

Isdianto Optimistis Kunjungan Wisman Kepri Lewati Bali

104
Wisman asal Singapura menikmati liburan di pantai Kabupaten Bintan, Kepri. Plt Gubernur Kepri, Isdianto optimistis kunjungan wisman Kepri akan mampu melewati Bali.

Barakata.id, Batam – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Isdianto optimistis sektor pariwisata akan membikin ekonomi Kepri semakin tumbuh. Ia pun yakin kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) Kepri akan mampu melewati Provinsi Bali.

Menurut dia, sektor pariwisata memiliki keberlangsungan yang panjang, dan menyentuh langsung perekonomian masyarakat. Karena itu, Pemprov Kepri akan menjadikan sektor pariwisata sebagai prioritas pembangunan.

Isdianto yang menggantikan Gubernur Kepri nonaktif Nurdin Basirun, yang saat ini sedang terjerat kasus hukum di KPK, bertekad membawa Kepri sebagai daerah yang mencatatkan kunjungan wisman terbanyak di Indonesia.

“Kita sudah melewati Jakarta, sekarang kita mengejar Bali. Saya yakin kita bisa,” ujar Isdianto di sela-sela kehadirannya mengikuti Kongres V PDI Perjuangan di Inna Grand Bali Beach Hotel, Denpasar, Bali, Kamis (8/8/19).

Baca Juga : Warga Singapura Dominasi Kunjungan Wisman ke Kepri

Dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisman yang berkunjung ke Kepri sampai Juni 2019 mencapai 1.405.283 orang. Angka itu berselisih hampir 300 ribu wisman yang masuk melalui Jakarta.

Sampai Juni, kunjungan turis asing yang datang ke Jakarta hanya mencapai 1.137.976 orang. Dibanding Bali, Kepri memang tertinggal hampir satu juta wisman.

Selama semester pertama tahun ini, Bali mampu mendatangkan 2.305.802 kunjungan wisman.

Isdianto, yang juga Ketua Dewan Pertimbangan PDI Perjuangan Kepri hadir di Kongres bersama Ketua PDIP Kepri HM Soerya Respationo. Hadir juga Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak. Pembukaan Kongres V dihadiri langsung Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo.

Melihat Bali yang selalu penuh dengan wisatawan, Isdianto juga ingin jumlah yang sama hadir di Kepri. Karena, lanjutnya, sektor ini akan menjadi penyumbang devisa terbesar untuk negara.

Ia meminta sumbang saran dari seluruh elemen masyarakat Kepri agar Pemprov Kepri bisa terua memperbaiki dan memajukan sektor pariwisata. Adik almarhum H Muhammad Sani (Gubernur Kepri sebelum Nurdin Basirun) ini mengajak semua masyarakat Kepri bertekad agar kunjungan wisman ke Kepri terus meningkat.

Pemprov Kepri, lanjut Isdianto, juga terus fokus pada pembangunan infrastruktur untuk menunjang pariwisata. Beberapa di antaranya dengan meminta bantuan dari pemerintah pusat.

Tarik wisman di Singapura

Plt Gubernur Kepri, Isdianto (kanan) bersama Ketua DPD PDI Perjuangan Kepri di acara Kongres V PDIP di Bali, Kamis (8/8/19). (F: Humas Pemprov Kepri)

Potensi meningkatnya jumlah kunjungan, menurut Isdianto sangat besar. Selain wisman dari Singapura dan Malaysia, kunjungan dari negara lain ke Kepri juga semakin meningkat, salah satunya turis dari Cina.

Dalam setahun, sekitar 150 juta masyarakat Cina melancong ke luar negeri. Dari jumlah itu, yang singgah di Kepri sejauh ini baru tercatat 260 ribu orang.

Padahal, wisman yang berkunjung ke Singapura pada tahun 2018 mencapai 18 juta lebih. Isdianto menegaskan, wisman-wisman yang datang ke Singapura dan Malaysia menjadi potensi untuk diajak datang menikmati pesona Kepri.

Baca Juga : Kunjungan Wisman Tingkatkan Perekonomian Kepri

Menurut dia, sejumlah destinasi wisata yang dimiliki Kepri, serta akses yang sangat mudah karena berada di posisi terdepan membuat Kepri menjadi primadona wisman. Dalam banyak kesempatan, Isdianto juga menawarkan pesona wisata di berbagai wilayah Kepri kepada tetamu asing yang menemuinya.

“Ini merupakan bukti dari apa yang selalu saya katakan. Bahwa kita, Kepri, memiliki banyak destinasi wisata yang luar biasa. Sektor ini tidak pernah ada habisnya selama kita masih mau berinovasi dan berkreasi,” kata dia.

Karena itu, Isdianto percaya, suatu saat nanti Kepri bisa mengungguli Bali juga. Hal ini mengingat Kepri memiliki semua sumber daya alam (SDA) yang memungkinkan untuk itu dan letak geografis yang diuntungkan.

“Selama kita kompak dan terus membangun komunikasi yang baik satu sama lain. Insyaallah kita bisa melakukannya secara bersama-sama. Apalagi hubungan kita dengan Singapura juga semakin baik. Kita punya SDA dan mereka punya koneksi, hal itulah yang perlu kita padukan,” ujarnya.

*****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here