Home Warta Nusantara

Hotel Berbintang Jadi Tempat Isolasi OTG Covid-19

58
Hotel Berbintang Isolasi OTG
Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto saat konfrensi pers di Kantor Presiden, Selasa (15/9/20). (F: Covid-19.go.id)

Barakata.id- Beberapa hotel berbintang bakal jadi tempat isolasi mandiri pasien dengan kategori orang tanpa gejala atau OTG Covid-19. Hotel-hotel tersebut adalah grup dari Accor, Novotel, Ibis dan Tauzia.

Rencana penggunaan unit usaha hotel-hotel grup itu akan diterapkan di Jakarta. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan pemerintah mendapat dukungan dari pihak swasta berupa penggunaan kamar-kamar di hotel tersebut yang difungsikan sebagai tempat isolasi pasien OTG.

“Ada 10- 15 hotel dengan kapasitas 1.500 kamar, atau bisa menampung 3000 orang,” kata Terawan, Selasa (15/9/20) dikutip dari laman resmi Covid-19.go.id.

Baca Juga:
Tim Razia Masker Sudah Jalani Tes Rapid

Terawan mengatakan pemerintah saat ini sudah mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan dalam upaya penanganan Covid-19. Mulai dari tenaga medis, ruang perawatan hingga dukungan dari instansi lembaga baik pemerintah maupun swasta.

Selain hotel, fasilitas lain yang digunakan adalah gedung balai pelatihan milik Kementerian Kesehatan. Terawan juga menyebut sudah menyiapkan fasilitas kesehatan di berbagai daerah seperti di Batam, Semarang dan Makassar.

Untuk penggunaan hotel di daerah, Terawan menyebut hal itu memungkinan, selama mendapat persetujuan dari Satuan Tugas Nasional. Untuk di Jakarta, jumlah hotel bisa ditambah jika diperlukan.

“Selain untuk isolasi pasien gejala ringan dan tidak bergejala juga disiapkan untuk tempat perawatan pasien gejala sedang sampai berat,” tuturnya.

Baca Juga:
Tarif Tes Swab Mandiri Bakal Diatur Pemerintah

Terkait tenaga medis, Terawan mengatakan total relawan Tenaga Kesehatan Nusantara Sehat dan magang yang sudah ditempatkan ada 16.286 orang dan tersebar di rumah sakit dan laboratorium yang ada di seluruh Indonesia.

“Dan masih ada 3.500 dokter magang, 800 Tenaga Nusantara Sehat, dan tenaga relawan 685 orang,” kata dia.

Termasuk di dalamnya ada dokter spesialis paru, anastesi, penyakit dalam dan tenaga kesehatan lain seperti perawat, dokter umum dan lainnya yang siap diterjunkan apabila dibutuhakan tenaga tambahan.

****

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin