Home Nusantara Di Jawa, Hanya Kabupaten Blitar Yang Dipilih Menjadi Pilot Project Program SPAB

Di Jawa, Hanya Kabupaten Blitar Yang Dipilih Menjadi Pilot Project Program SPAB

95
Pilot Project Program SPAB
Secara simbolis sebagai tanda dimulainya program SPAB, Ahli Madya Direktorat Mitigasi Bencana BNPB, Roslin Lamtarida memberikan buku panduan dan buku Indeks Resiko Bencana Indonesia (IRBI) kepada Bupati Blitar Rini Syarifah. (Foto : dok/Pemkab Blitar)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Blitar (Jatim)Kabupaten Blitar menjadi salah satu penerima pilot project program Satuan Pendidikan Aman Bencana atau SPAB.

Hal ini disampaikan Bupati Blitar Rini Syarifah usai menerima kunjungan Direktorat Mitigasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Pendopo Ronggo Hadi Negoro, Rabu (6/10/2021).


“Alhamdulillah hari ini Kabupaten Blitar satu-satunya daerah di Jawa yang terpilih sebagai penerima pilot project program SPAB, dari delapan daerah lain di seluruh Indonesia,” ungkap Ibu bupati.

Baca Juga : Bupati Blitar Apreasi Warga, Soal Budaya Gotong Royong Saat Meninjau Pembangunan Rutilahu

Selanjutnya, Mak Rini (panggilan akrabnya) menyampaikan mendukung penuh terhadap program tersebut. Kemudian, pihaknya akan segera bergerak cepat untuk menyambut program tersebut dengan menugaskan dinas terkait segera membantu realisasi program tersebut.

“Besok kita adakan rapat untuk menentukan sekolah yang ditunjuk sebagai pilot project, dan melaksanakan program tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, penyuluh sosial Ahli Madya direktorat Mitigasi Bencana BNPB, Roslin Lamtarida menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan ketangguhan satuan pendidikan terhadap bencana sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan dampak bencana di satuan pendidikan.

Baca juga : Tingkatkan Produksi Gula Nasional, Bupati Blitar Launching Panen Raya Tebu

“Dalam program ini akan diadakan bimbingan dan fasilitator yang akan dijalankan lintas sektor. Dari kegiatan ini diharapkan satuan pendidikan memiliki SOP dalam menghadapi bencana,” tandasnya.

Kemudian Roslin membeberkan bahwa di dalamnya terdapat kegiatan pengarusutamaan prinsip sekolah aman dalam mata pelajaran di sekolah, juga ada pembentukan SPAB yang memungkinkan tersusunnya dokumen kajian resiko bencana di Sekolah, serta membuat dokumen rencana penanggulangan bencana dan terakhir membuat dokumen rencana kontijensi yang memuat rambu untuk jalur evakuasi.

“Selain itu, juga ada renovasi gedung maupun bangunan pendukung yang setelah direkomendasi oleh para ahli,” pungkasnya. (adv/kmf/jun)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin