Home Nusantara

Polda Lampung Akan Tindak Tegas Pemudik Bandel

Ditlantas Polda Lampung
Dirlantas Polda Lampung Kombes Pol. Donny Sabardi Halomoan Damanik saat silaturahmi dengan awak media, Rabu (14/4/2021). F: Barakata.id / humas Polri
Banner Pemprov Kepri

Barakata.id, Lampung – Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Lampung Kombes Pol. Donny Sabardi Halomoan Damanik mengajak kepada insan pers agar menyampaikan kepada masyarakat terkait dengan Ops Keselamatan Krakatau dan kesiapan Ops Ketupat Krakatau 2021.

“Tanggal 2 kemarin, kita gelar pasukan, ini Ops ketupat dalam rangka pengamanan keselamatan wilayah di tahun 2021,” ungkap Dirlantas dalam Silaturahmi dengan awak media dan ekspose Ops keselamatan Krakatau 2021 dan kesiapan ops ketupat Krakatau 2021 dalam masa Pandemi Covid-19, Rabu (14/4/2021).

Terkait kesiapan menyambut mudik, pihaknya akan melakukan operasi ketupat Krakatau 2021.

Advertisement

Baca juga:

“Kita sudah memasuki hari ketiga dalam operasi keselamatan Krakatau 2021. Kemudian dilanjutkan mulai 6-21 Mei Ops Ketupat Krakatau 2021,” terang Dirlantas seperti dikutip dari website resmi Polri.

Menurutnya, dalam hal ini pihaknya melakukan kegiatan preventif dan preemtif. Selain itu, pemberian informasi terkait vaksinasi kepada masyarakat pun harus jelas.

Baca juga:

“Dan harus diberikan pemahaman bahwa masyarakat yang sudah divaksin juga masih bisa terkena Covid-19, sehingga kita harus tetap melakukan protokol kesehatan yakni dengan 5M memakai masker, menjaga jarak mencuci tangan pakai sabun, menghindari kerumunan dan membatasi mobilisasi,” tambahnya.

Selain itu, Dirlantas juga menyebutkan bahwa, Petugas Kepolisian akan melakukan tindakan tegas untuk pemudik yang nekat (bandel).

“Mobilnya ditahan, dan penumpangnya di transfer ke mobil lain untuk dikembalikan untuk putar balik,” tegas Dirlantas Polda Lampung.

Pihaknya juga akan menempatkan petugas di tempat – tempat yang sudah ditentukan yakni di terminal, stasiun kereta api, di Pelabuhan, Bandara dan lainnya.

Baca juga:

“Di Lampung ini ada 8 titik penyekatan perbatasan. Dan ini juga bakal bertambah titiknya,” kata Dirlantas.

Terakhir, pada 18 Mei itu petugas kembali melakukan tugas untuk kawal pergerakan masyarakat sehabis dari kampung ke pulau Jawa.

*****

Editor: Ali Mhd

 

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin