Home Kepulauan Riau Anambas

Cuaca Ekstrem, BMKG Minta Masyarakat Waspada

Ilustrasi. Hati-hati gelombang tinggi

Barakata.id, Jakarta- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebagian besar wilayah Indonesia (94 persen dari 342 Zona Musim) saat ini telah memasuki  musim hujan.

Diprediksi sejak Agustus 2020 lalu, terkait dengan puncak musim hujan akan terjadi pada Januari – Februari 2021 di sebagian Sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa termasuk DKI Jakarta, sebagian Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan bagian selatan Papua.

“Berdasarkan kondisi tersebut, maka kewaspadaan akan potensi cuaca ekstrem harus terus ditingkatkan,” ungkap Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto, M.Si dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/2/2021).

Baca juga: 

Analisis BMKG, kata Guswanto, menunjukkan bahwa kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Hal ini, lanjut Guswanto, disebabkan munculnya pusat tekanan rendah di sekitar wilayah Australia dan munculnya sirkulasi siklonik di sekitar wilayah utara Indonesia sehingga mempengaruhi pola arah dan kecepatan angin yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Indonesia.

Selain itu, kondisi labilitas atmosfer yang kuat di sebagian wilayah Indonesia dapat turut berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan awan hujan dalam skala lokal.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan curah hujan dengan intensitas lebat  yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah berikut:.Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan.

Baca juga: 

Selain itu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua.

Guswanto mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak (Impact Based Forecast  (IBF) untuk potensi dampak banjir atau banjir bandang pada periode 10 – 11 Februari 2021 dengan status Siaga diantaranya, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.

Guswanto menyebutkan, potensi pertumbuhan Awan Cumulonimbus (Cb) di wilayah udara Indonesia dengan persentase cakupan spasial maksimum antara 50-75% (OCNL / Occasional) untuk periode pertanggal 08 – 14 Februari 2021 berpotensi di wilayah sebagai berikut.

Baca juga: 

Diantaranya, sebut Guswanto diantaranya, Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, sebagian Papua Barat, sebagian Papua, perairan barat Bengkulu, Laut Jawa, Samudra Hindia selatan Jawa, Selat Makassar, Laut Banda, Laut Arafuru.

Untuk Prakiraan gelombang sepekan ke depan, dengan ketinggian 1.25 – 2.5 m (kategori sedang) berpeluang terjadi di Perairan utara Sabang, Perairan barat Aceh hingga Kep. Nias, Perairan Bengkulu, Perairan Kep. Anambas – Natuna, Laut Natuna, Perairan timur Lingga – Bintan.

Selain itu, Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Makasar, Laut Flores, Perairan Bau-Bau dan Wakatobi, Perairan Kep. Sermata hingga Tanimbar, Perairan selatan Kep. Kai – Aru, Laut Banda, Laut Sulawesi, Perairan Kep. Sangihe – Talaud, Laut Maluku bagian utara, Laut Halmahera, Perairan utara Papua Barat hingga Papua, Laut Arafuru.

Baca juga: 

“Sedangkan gelombang dengan ketinggian 2.5 – 4.0 Meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, Perairan barat Kep. Mentawai, Perairan Enggano, Perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Kep. Mentawai hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga P.Sumba, Selat Bali – Lombok – Alas bagian Selatan, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT,” ungkap Guswanto.

“Masyarakat  agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin,” himbaunya.

*****

Editor: Ali Mhd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin