Home Warta Nusantara

BMKG: Peringatan Dini Tsunami Berakhir tapi Belum Dicabut

93
Pusat gempa Banten yang terjadi Jumat (2/8/19) malam. (F: BMKG)

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa Banten yang terjadi pada Jumat (2/8/19) malam, berjenis gempa dangkal akibat deformasi batuan di lempeng Indo-Australia. BMKG menyatakan peringatan dini potensi tsunami sudah berakhir, tapi bukan dicabut.

“(Peringatan tsunami) Diakhiri bukan dicabut. Kami menyatakan pukul 21.35 WIB peringatan dini tsunami telah berakhir,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta. 

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami akibat gempa Banten ini. Selain itu BMKG merilis sejumlah daerah yang berstatus siaga dan waspada tsunami.

Baca Juga : Gempa M 7,4 Guncang Banten, Potensi Tsunami 3 Meter, Evakuasi Warga!

Daerah-daerah itu antara lain Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, hingga sejumlah wilayah di Lampung.

Terkait gempa susulan, BMKG belum mencatat terjadi gempa susulan hingga pukul 21.35 WIB. Lembaga itu pun memberikan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat.

“Bagi daerah yang mendapat peringatan dini tersebut, masyarakat diimbau untuk kembali ke tempat masing-masing. Tetap tenang, namun waspada apabila terjadi gempa bumi susulan,” kata Dwikorita.

Gempa Banten terjadi Jumat malam pukul 19.03 WIB. Gempa dirasakan juga di Jakarta, Depok, Purwakarta, hingga Yogyakarta. 

Patahan lempeng Indo-Australia

Dwikorita menyatakan, bahwa gempa bumi terjadi dengan mekanisme pergerakan naik atau dari patahan naik di dalam lempeng Indo-Australia.

Mengutip CNN Indonesia, sebelumnya BMKG juga meralat kekuatan gempa Banten. Awalnya gempa Banten disebut berkekuatan 7,4 skala richter. Kemudian BMKG  meralatnya menjadi 6,9 skala richter. 

Baca Juga : Gempa Bumi Bermagnitudo 4,4 Guncang NTT dan Blitar

Dwikorita mengatakan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,32 derajat Lintang Selatan dan 104, 75 derajat Bujur Timur. Tepatnya berada di laut dengan kedalaman 4,8 km pada jarak 164 km barat daya Kota Pandeglang, Banten.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman episenter, gempa Banten adalah gempa dengan jenis gempa dangkal akibat deformasi batuan di lempeng Indo-Australia.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin