Home Kepulauan Riau

Bupati Natuna: Covid-19 Bikin Rencana Pembangunan Dialihkan

12

 

Barakata.id, Natuna – Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal mengatakan, pembangunan di wilayah Kabupaten Natuna saat ini mengalami kendala akibat pandemi Covid-19.

Fokus pembangunan di masa pandemi ini dialihkan oleh pemerintah pusat dan daerah pada percepatan penanganan, pemutusan mata rantai penularan, serta upaya penyelamatan dari penyebaran virus tersebut.

Hal itu disampaikan Bupati Natuna Dalam pidato saat menghadiri acara tausiyah yang diselenggarakan di Masjid Jami’ Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, Senin (12/10/20).

Baca Juga :

Hamid Rizal juga memaparkan bahwa saat ini, di Indonesia sudah 336.326 orang yang terpapar Covid-19, dan sejumlah 258.519 jiwa yang bisa disembuhkan.

“Namun sebanyak 11.933 orang yang meninggal dunia akibat virus itu,” kata Hamid di depan jamaah yang hadir saat itu.

Bupati Natuna

Oleh karenanya, kebijakan nasional dalam upaya bersama penanganan wabah tersebut, mengakibatkan berbagai kegiatan strategis Natuna terpaksa dihentikan.

“Bahkan aktivitas masyarakat juga dibatasi,” ujar Hamid Rizal

Dirinya juga mengapresiasi Satgas Penanganan Covid-19 yang ada di Natuna beserta masyarakat.

Sebab kata Hamid, telah ikut bahu membahu dalam mendukung upaya memutuskan mata rantai virus yang tak kasat mata itu.

“Sehingga sampai saat ini Natuna masih dalam kategori zona hijau,” tambahnya pula.

Hamid kembali mengimbau kepada seluruh jamaah yang hadir, agar dapat mendukung pemerintah untuk mensosialisasikan serta menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada serta dalam melaksanakan aktivitas apapun.

“Apalagi nantinya Natuna akan menggelar Pilkada serentak pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Natuna, ini wajib tetap mentaati protokol kesehatan,” pinta dia.

Acara itu juga dihadiri, Wakil Bupati Natuna, Pj. Sekretaris Daerah, Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Natuna, para asisten, jajaran FKPD, pimpinan OPD, tokoh masyarakat dan jamaah Masjid Jami.

*****

Edi Zamri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin