Home Kepulauan Riau Bandara Hang Nadim Didorong untuk Segera Siapkan Fasilitas TCM

Bandara Hang Nadim Didorong untuk Segera Siapkan Fasilitas TCM

Fasilitas TCM Hang Nadim
Bandara Internasional Hang Nadim Batam. (F: Barakata.id/Ist)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Kepulauan Riau– Bandara Internasional Hang Nadim didorong untuk segera siapkan fasilitas Tes Cepat Molekuler (TCM).

Kepala DInas Perhubungan Provinsi Kepri Junaidi mengatakan, Pemrov Kepri memang meminta seluruh bandara dan pelabuhan di wilayah Batam dan Bintan untuk mempersiapkan fasilitas TCM.

Apalagi Bandara Hang Nadim ditunjuk untuk melayani wisatawan mancanegara (wisman) dan pekerja migran Indonesia (PMI). Sedangkan pelabuhan laut Nongsa Batam untuk wisman dan PMI. Kemudian Pelabuhan Batam Centre melayani PMI. Sementara itu Pelabuhan BBT Lagoi melayani wisman.

Baca Juga:

Junaidi mengatakan TCM ini nantinya untuk menggantikan tes polymerase chain reaction (PCR). Dengan menggunakan TCM maka hasil tes bisa diperoleh dengan waktu yang lebih cepat yakni satu jam. Sedangkan menggunakan PCR harus menunggu minimal 8 jam.

Saat ini, sebenarnya Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang sudah siap untuk melayani wisman, namun untuk sementara pintu wisman lewat bandara akan dilakukan lewat Batam.

“Untuk sementara fokus di Hang Nadim Batam. Kita akan evaluasi, jika ternyata wisman yang datang lewat Hang Nadim membludak barulah RHF kita fungsikan,” kata Junaidi, Senin (17/10/21) dikutip dari humas.kepriprov.go.id.

Menurutnya, untuk meyukseskan program travel bubble yang diyakini dapat mengembalikan pariwisata di Kepri diperlukan kerja sama semua pihak. Baik pemerintah kabupaten/kota dan perangkat daerah terkait.

Masing-masing bekerja sesuai dengan kapasitasnya berdasarkan tupoksi masing-masing.

“Untuk bandara apa yang harus disiapkan agar segera dilakukan, begitu juga di pelabuhan hingga ke area wisata yang menjadi tujuan. Jadi tidak ada siapa menunggu apa yang harus dibuat. Begitu pesan Gubernur,” kata Junaidi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, ada 19 negara yang nantinya diizinkan masuk ke Indonesia.

Negara-negara tersebut meliputi Saudi Arabia, United Arab Emirates (UAE), Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, Lichtenstein, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

Daftar 19 negara yang masuk ke Indonesia ini hanya berlaku khusus untuk penerbangan langsung ke Bali dan Kepri.

Baca Juga:

Pelaku perjalanan dari 19 negara tersebut dapat masuk ke Bali dan Kepri dengan syarat yang sudah disepakati, seperti melampirkan bukti sudah melakukan vaksinasi lengkap dengan waktu minimal 14 hari sebelum keberangkatan, serta memiliki hasil TCM sebagai pengganti PCR. Setelah sampai ke Bali dan Kepri, Wisman tersebut juga akan melakukan proses karantina.

“Pada intinya kita semua telah sepakat travel bubble ini segera dibuka. Dan sekali lagi Gubernur minta kerja sama kita semua, terutama pengelola pelabuhan dan bandara yang jadi akses utama keluar dan masuk wisman,” tegas Junaidi.

Dibukanya kunjungan wisman untuk Kepri ini karena Kepri dinilai sudah layak. Hal ini didukung dengan data dan fakta di lapangan seperti vaksinasi yang telah mencapai 87 persen, penurunan BOR dan kasus terkonfirmasi positif harian yang telah menurun. (asrul).

SebelumnyaNyimas Aliah: Memang Harus ada Sosok Perempuan yang Mampu Melindungi Kaumnya dan anak dari Tindak Kekerasan
SelanjutnyaKenali Computer Vision Syndrome dan Cara Mencegahnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin