Home Kepulauan Riau Batam

Pekerja Batam, Keputusan UMK di Tangan Pak Wali Kota Batam

41
Buruh demo menuntut UMK Batam
Para pekerja demo di depan Kantor Wali Kota Batam, menuntut UMK Batam Rp 5,3 juta, Rabu (30/11/2022). F Toer.
artikel perempuan

Barakata.id, Batam – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menjadi penentu berapa angka Upah Minimum Kota (UMK) Batam. Pemerintah pusat memberikan tenggat waktu pengumuman UMK sampai 7 Desember mendatang. 

“Kami sudah serahkan hasil rapat (Dewan Pengupahan Kota Batam), nantinya pak wali yang menentukan sesuai Permenaker no 18 2022,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti. 

Hasil rapat itu tidak menghasilkan satu angka rekomendasi. Dewan Pengupahan Kota Batam menyampaikan tiga angka UMK, berdasarkan rekomendasi para buruh dan pekerja. 

Dari SPSI mengusulkan UMK Batam sebesar Rp 4.759.932. Perhitungan ini dengan memasukan inflasi plus pertumbuhan ekonomi di kalikan dengan alfa 0,3. Lalu, ditambah dengan selisih UMK 2021 dan 2022 berdasarkan amar putusan Mahkamah Agung. 

FSPMI meminta UMK sebesar Rp 5.380.739. Penghitungannya berdasarkan Kebutuhan Layak Hidup (KHL). 

Pengusaha meminta UMK Batam sebesar Rp Rp 4.299.256. Perhitungannya berdasarkan PP 36 tahun 2021.  

Ketua Konsulat Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam, Yapet Ramon mengatakan akan terus mengawal UMK Batam ini.

Mulai surat rekomendasi dikirimkan oleh Wali Kota Batam, hingga keputusan di Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. 

“Kami kawal terus, demi memastikan upah yang layak bagi para buruh,” ujarnya. 

Dapatkan update berita pilihan setiap hari bergabung di Grup Telegram "KATA BARAKATA", caranya klik link https://t.me/SAHABATKATA kemudian join.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin