Home Kepulauan Riau Batam

Asosiasi Pariwisata Batam Minta Kedatangan Turis Asing Dipermudah

73
Asosiasi Pariwisata Batam
Perwakilan Asosiasi Pariwisata bertemu dengan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi di kantornya, Jalan Engku Putri, Jumat (3/7/20). (F: barakata.id/ist)

Barakata.id, Batam – Asosiasi Pariwisata Kota Batam minta pemerintah memberi kemudahan bagi turis asing untuk masuk ke Batam. Dengan adanya relaksasi itu, diharapkan sektor pariwisata Batam yang terpuruk akibat Covid-19 dapat segera bangkit.

Permintaan itu disampaikan asosiasi saat bertemu dengan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi di gedung Pemko Batam, Jalan Engku Putri, Batam Centre, akhir pekan lalu.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari DPD Asita (Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia) Kepri, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dan FKBF Batam. Kemudian ada pula perwakilan Batam Tourism Polytechnic, Batam Chef Propesional, Ima Chapter Batam, Akari Batam, ASPPI Batam, dan HPI Batam.

Baca Juga :
Dear Wisman, Batam Sudah Siap Menyambut Kalian

Dalam pertemuan itu, asosiasi pariwisata meminta adanya relaksasi bagi wisatawan asing terutama Singapura dan Malaysia ke Batam.

Asosiasi menilai, Peraturan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Nomor 11 Tahun 2020 tentang pengetatan sementara orang asing masuk wilayah negara Republik Indonesia, perlu ditinjau ulang.

Ketua Penentu Kebijakan BTPB, Rahman Usman mengatakan, pihaknya bersama asosiasi pariwisata meminta Wali Kota Batam agar menyampaikan usulan kepada Kemenkum HAM agar Batam mendapat kebijakan khusus.

Menurut dia, relaksasi masuknya wisatawan asing terutama dari Malaysia dan Singapura sangat diperlukan untuk membangkitkan kembali dunia pariwisata sekaligus memberi efek bagi kelangsungan ekonomi Batam secara menyeluruh.

Rahman mengatakan, secara umum destinasi wisata dan infrastruktur, amenitas sarana akomodasi, restoran, wahana rekreasi, tempat hiburan, sentra spa, pusat perbelanjaan, pelabuhan, dan bandara di Batam telah siap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

“Pelaku pariwisata akan patuh terapkan protokol kesehatan. Karena itu kami berharap Peraturan Kemenkum HAM Nomor 11 Tahun 2020 ditinjau ulang. Kami berharap ada kebijakan khusus untuk Batam,” kata dia.

Destinasi wisata Batam mulai dibuka sejak tanggal 15 Juni 2020 dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan bagi pengunjung. Para pelaku pariwisata pun telah sepakat untuk menyiapkan fasilitas penunjang pencegahan penyebaran virus corona.

Merespon permintaan asosiasi pariwisata tersebut. Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Singapura.

Baca Juga :
Wisatawan Nekat Akan Picu Gelombang Dua Covid-19

Koordinasi itu dalam bentuk pembahasan kesiapan arus lalulintas orang di pintu-pintu masuk atau pelabuhan, yakni pengecekan pada wisman, dan penanganannya.

“Saya sudah perintahkan Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Batam dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam untuk menyiapkan tim di pintu-pintu masuk. Pihak pelabuhan juga sudah kita ajak bicara, apakah siap menyediakan sarana dan ruangan untuk pengecekan setiap orang asing yang masuk,” katanya.

Rudi menegaskan, harus ada kesepakatan bersama perihal penanganan terhadap setiap orang atau warga asing yang positif Covid-19. Begitu juga dengan warga Indonesia yang mau pergi atau baru kembali dari perjalanan wisata.

“Proses tersebut yang saat ini masih terus dikoordinasikan. Ini harus kita dudukan bersama,” ujarnya.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin