Home Gaya Tekno

Google Luncurkan Fitur Cek Fakta dan GCP di Indonesia

47
Google meluncurkan fitur cek fakta dan Google Cloud Platform di Indonesia. (F: istock)

Barakata.id – Google meluncurkan dua fitur di Indonesia. Fitur cek fakta untuk Google foto dan Google Cloud Platform (GCP). Platform tersebut merupakan yang pertama hadir di Asia Tenggara.

Pihak Google memilih Indonesia karena dipandang sebagai negara paling kreatif, dinamis dan berjiwa bisnis di Asia Tenggara. Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Eksekutif Google, Sundar Pichai.

“Dengan latensi yang lebih rendah untuk akses ke data dan aplikasi, perusahaan yang berbisnis di Indonesia dapat mempercepat transformasi digital mereka,” kata dia, Rabu (24/6/20) seperti dilansir dari laman Viva.

Baca Juga:
Ponsel Kamu Hilang atau Dicuri? Begini Cara Melacak dengan Google

Fitur cek fakta dapat membantu orang memiliki lebih banyak informasi dari apa yang dilihat di internet. Label cek fakta ini muncul di bawah thumbnail gambar. Pengguna bisa melihat kesimpulan fakta dengan menekan gambar. Label juga akan muncul untuk memeriksa artikel berita mengenai sebuah gambar yang spesifik. Termasuk gambar yang ada di dalam berita.

Pihak Google mengatakan, pemeriksaan cek fakta ini dilakukan oleh tim independen dan otoritatif yang sesuai dengan kriteria spesifik perusahaan.

“Foto dan video adalah cara terbaik untuk membantu orang mengerti apa yang terjadi di dunia. Namun, kekuatan media visual memiliki jebakan, khususnya saat pertanyaan seputar asal-usul, keaslian atau konteks pada gambar,” demikian menurut Google, seperti dikutip dari CNET.

Sementara itu Google Could Platform (GCP) pun resmi diperkenalkan perdana di Jakarta. GCP Region Jakarta dilengkapi dengan layanan Compute Engine, Google Kubernetes Engine, Cloud SQL, Cloud Storage, Cloud Spanner, Cloud Bigtable, dan BigQuery. Teknologi ini akan membantu pelanggan dan calon pelanggan baru menyajikan pengalaman pengguna lokal yang baik.

Baca Juga:
Cara agar Akun Google Terhapus Otomatis Setelah Meninggal Dunia

Para developer, data scientist dan engineer dapat memanfaatkan solusi mesin pembelajaran (machine learning) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk membuat sebuah proyek.

“Pelanggan hybrid cloud dapat mengintegrasikan deployment yang baru dan yang sudah ada dengan bantuan ekosistem partner lokal kami, serta melalui banyak lokasi Dedicated Interconnect,” tutur Pichai.

Region ini dirancang memiliki tiga zona cloud. Sehingga bisa menangani beban kerja yang memerlukan tingkat ketersediaan tinggi. Penambahan Region Jakarta mengartikan Google Cloud saat ini memiliki 24 region dan 73 zona di 17 negara di dunia.

****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin