Home Gaya Kesehatan 3 Alasan Vaksin Booster Dilakukan Menurut WHO

3 Alasan Vaksin Booster Dilakukan Menurut WHO

Vaksin Sinopharm untuk Kepri
Ilustrasi (F: Pexels)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Kesehatan- Vaksin ketiga Covid-19 atau disebut juga dengan vaksin booster sering dianggap penting untuk meningkatkan antibodi. Namun, hingga saat ini terkait vaksin booster ini masih menjadi pro dan kontra di lapangan.

World Health Organization (WHO) sendiri menilai vaksin booster boleh diberikan jika ada alasan yang kuat.

Direktur Departemen Imunisasi, Vaksin dan Biologi WHO Dr. Katherine O’Brien mengatakan harus dibedakan dulu apa yang dimaksud ketika menyebutkan vaksin booster.

Baca Juga:

“Ada tiga alasan mengapa kita mungkin ingin memberikan dosis tambahan,” kata Kate dalam sesi wawancara bersama WHO, dikutip dari Covid19.go.id, Kamis (21/10/21).

Tiga alasan tersebut adalah:

  1. Tubuh tidak merespons dosis sebelumnya

Ada beberapa orang yang memiliki gangguan kekebalan. Sehingga dua dosis pertama vaksinasi tak dapat direspon oleh tubuh. Untuk itu, penambahan dosis ketiga disebut WHO perlu dilakukan.

“arena dua yang pertama tidak melakukan apa yang mereka lakukan pada orang normal dan sehat,” begitu kata Kate.

  1. Kekebalan vaksin berkurang

Vaksin booster bisa diberikan jika kekebalan vaksin yang pertama dan kedua diteima berkurang manfaatnya.

Namun faktanya, bukti-bukti yang ada saat ini menunjukkan vaksin yang ada dapat bertahan dengan baik untuk melindungi tubuh.

Jadi menurutnya, tak ada bukti kuat yang mengarah pada kebutuhan memberikan dosis ketiga kepada orang yang telah mendapat dosis pertama dan kedua.

  1. Kinerja vaksin tak memadai

Kate mengatakan vaksin dosis ketiga memungkinkan untuk diberikan jika kinerja vaksin sebelumnya tak memadai.

Namun demikian, vaksin yang ada saat ini disebutnya dapat melawan virus dengan baik dan dapat bertahandengan baik terhadap spektrum penyakit yang parah.

“Secara umum, vaksin berkinerja sangat baik,” jelas Kate.

Diakuinya, memang ada sebagian kecil orang memiliki gangguan sistem imun yang serius. Sehingga tak menerima dengan baik dua dosis vaksin Covid-19.

Namun tak langsung diberi perlindungan dengan vaksin booster saja, melainkan ada beberapa pertimbangan lain yang harus diketahui.

Bahkan menurutnya, pemberian dosis ketiga ini pun harus diteliti lebih dalam lagi. Apakah benar-benar dapat meningkatkan respon imun. Sebab, ada hal lain yang harus diperhatikan terhadap pemberian vaksin booster ini, yaitu keamanan.

Kate mengatakan, pemberian dosis ketiga perlu dipantau dari sisi keamanan. Saat ini pun pihaknya belum membuat rekomendasi terhadap vaksin booster.

Menurut dia, alangkah baiknya jika saat ini semuanya fokus memberikan vaksinai kepada orang-orang yang belum divaksin sama sekali. Karena hal itu lebih efektif mengurangi peluaran dan akan mengurangi kemungkinan banyaknya varian baru.

“Ini akan memberi kita waktu untuk melihat lebih banyak bukti tentang apakah dosis booster pada akhirnya akan dibutuhkan atau tidak,” ujarnya.

Baca Juga:

Di Indonesia, saat ini pemberian vaksin booster hanya diperuntukkan untuk para tenaga kesehatan. Namun, ke depan, Kementerian Kesehatan tidak menutup kemungkinan akan melakukan pemberian vaksin ketiga kepada selain nakes.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan skenario penambahan vaksin ketiga sudah disiapkan untuk tahun 2022.

“Namun untuk prioritasnya seperti apa masih melihat perkembangan lebih lanjut,” kata dia. (asrul)

SebelumnyaRuangan di Asrama Haji Disterilkan, Siap untuk Disewakan
SelanjutnyaViral, Mahasiswa Ini Demo Santun Banget: Sambil Kuliah Online dan Merokok Bareng Walikota

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin