Home Nusantara

Vaksinasi Tahap Kedua, Guru dan Pedagang Diprioritaskan

Vaksinasi Tahap Kedua
Ilustrasi (F: Pixabay)

Barakata.id, Jakarta- Pemerintah Indonesia akan memulai vaksinasi tahap kedua. Di tahap ini pemerintah akan memprioritas kelompok masyarakat yang memiliki interaksi dan mobilitas tinggi.

Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, kelompok masyarakat tersebut diprioritaskan karena rentan tertular dan menularkan virus Corona.

Maxi mengatakan, vaksinasi tahap kedua ini akan dimulai pada minggu ketiga bulan Februari 2021 dan ditargetkan selesai pada Mei 2021. Total sasarannya mencapai lebih dari 38 juta orang.

Baca Juga:

“Terdiri dari 21 juta lansia dan hampir 17 juta petugas pelayanan publik,” ujarnya, dikutip dari laman Covid-19.go.id, Selasa (16/2/21).

Di tahap kedua ini, jajaran TNI, Polri dan petugas keamanan juga diprioritaskan. Mereka memiliki peran penting dalam membantu proses tracing. Kemudian guru juga diprioritaskan. Hal ini demi membantu siswa-siswa yang tak dapat belajar virtual karena sejumlah keterbatasan,

Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan petugas transportasi publik dan pedagang pasar. Untuk menandai vaksinasi tahap kedua, pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta akan disuntik vaksin, Rabu (17/2/21).

“Vaksinasi akan berlangsung selama enam hari dan menargetkan 55 ribu pedagang pasar di Tanah Abang,” ujarnya.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksinasi di Pasar Tanah Abang menjadi salah satu upaya percepatan vaksinasi Covid-19. Pemerintah juga melakukan pendekatan klaster dengan memperhatikan zona-zona risiko.

Baca Juga:

Nadia mengungkapkan, pemerintah melakukan intervensi pada pedagang pasar tanpa memperhatikan kedudukan tempat tinggalnya atau kewilayahannya.

“Semua langsung dikelompokan dalam klaster pasar karena sebagian besar aktivitasnya ada di pasar tersebut,” jelasnya.

Sepanjang tahap pertama vaksinasi Covid-19, Satgas Covid-19 belum menemukan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang serius. Seperti diketahui, vaksinasi tahap pertama ini menyasar tenaga kesehatan dan sudah mencapai lebih dari 70 persen.

***

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin