Home Arena Stephanie Frappart, Wasit Wanita Pemimpin Laga Piala Super Eropa 2019

Stephanie Frappart, Wasit Wanita Pemimpin Laga Piala Super Eropa 2019

181
Stephanie Frappart memimpin laga final Piala Dunia Wanita antara Amerika Serikat dan Belanda, 7 Juli 2019. (F: Instagram)

Barakata.id, Batam – Stephanie Frappart, wasit wanita asal Prancis, akan memimpin laga perebutan Piala Super Eropa antara Liverpool melawan Chelsea. Duel antara juara Liga Champions dan juara Liga Europa musim lalu itu akan digelar di Vodafone Park, Istanbul, Turki, Kamis (15/8/19) dini hari WIB.

Piala Super Eropa 2019 ini bisa menjadi salah satu pencapaian terbaik dalam kariernya.

“Senang sekali menunjukkan bahwa itu mungkin,” kata Frappart pada Juni lalu.

“Gadis-gadis muda melihatku di televisi dan tahu bahwa itu mungkin. Saya harap pencapaian saya ini akan membuat mereka tergerak agar mereka mau mengejar impiannya,” kata dia.

Baca Juga : Fernanda Colombo, Wasit Cantik yang Bikin Gagal Fokus

Seperti apa sosok Frappart? Sebenarnya, ia bukanlah satu-satunya wanita dalam jajaran perangkat pengadil pertandingan di laga tersebut. Ia akan dibantu rekan senegaranya, Manuela Nicolosi dan Michelle O’Neill, dari Irlandia sebagai asisten wasit.

Dan bukan baru pertama ini ketiganya menjadi pengadil di lapangan. Mereka bertiga pernah memimpin jalannya laga Amerika Serikat dan Belanda di partai final Piala Dunia Wanita pada 7 Juli lalu.

Sejarah pertama yang diukir Frappart sebagai wasit wanita terjadi pada April 2019, saat ia ditunjuk untuk memimpin jalannya pertandingan antara SC Amiens dan RC Strasbourg di Liga Prancis. 

Stephanie Frappart akan memimpin pertandingan Piala Super 2019 antara Liverpool vs Chelsea, Kamis (15/8/19) dini hari WIB. (F: Instagram)

Meski sudah punya modal memimpin duel dua kesebelasan di Ligue 1 dan Piala Dunia Wanita, tapi hal itu tak lantas membuat Frappart tenang menjelang digelarnya Piala Super Eropa 2019.

“Tekanannya berbeda, saya tahu betul bahwa orang-orang akan menunggu untuk melihat bagaimana saya memimpin pertandingan,” ujar wasit berusia 35 tahun itu, dikutip dari The Guardian.

Ia mengakui, memimpin pertandingan pemain pria bukan perkara gampang, sangat berbeda dengan memimipin pertandingan tim wanita.

Satu hal yang sering dikhawatirkannya adalah, jika sewaktu-waktu ia menggunakan pendekatan yang berbeda di lapangan. Frappart takut pendekatan itu disalahartikan.

“Karena kekhawatiran itu, saya selalu menjaga jarak dari para pemain saat berada di lapangan,” katanya.

“Saya menggunakan kewanitaan saya untuk mendukung keputusan, misalnya senyum. Saya tidak bisa membiarkan orang berpikir saya mengirim pesan ganda, ” sambungnya.

Pernah merasa tak dihargai

Memimpin pertandingan di sepakbola pria, menurut Frappart sangat kompleks. Terkadang pun ia merasa sangat marah karena kelakuan para pemain hingga manajer.

Stephanie Frappart memimpin pertandingan di Ligue 1. (F: Instagram)

Frappart mengaku pernah merasa tidak dihargai saat memimpin pertandingan, hanya karena ia adalah seorang wanita. Hal itu dirasakannya pada bulan Oktober 2015.

Baca Juga : Liverpool Juara Liga Champions 2018/19

Ceritanya, manajer Valenciennes, David Le Frapper mengeluarkan kata-kata tak pantas kepada Frappart. David kecewa lantaran Frappart tidak menghadiahkan penalti untuk timnya saat bermain imbang 0-0. 

Meski sempat merasa marah, tapi Frappart tetap berlaku profesional.

Apalagi secara umum, kinerja Frappart di lapangan sering menuai respons positif dari berbagai tokoh sepakbola bahkan kalangan jurnalis yang meliput pertandingan.

Pierre Bouby, gelandang AS Orlenas, tim Ligue 2 salah satunya. Menurut dia, Frappart adalah wasit terbaik di Ligue 2.

“Suaranya tenang tapi dia memiliki karisma. Dia menggunakan kata-kata yang tepat. Dia dapat menjelaskan, dia diplomatis dan Anda dapat berbicara dengannya. Dia tidak berusaha menjadikan dirinya pusat perhatian. Dia berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk pertandingan,” ujar Bouby.

Pandangan serupa disampaikan Manajer Lille, Christophe Galtier. Dalam sebuah wawancara dengan media di Prancis, ia mengatakan Frappart adalah sosok yang diplomatis

“Dia sangat diplomatis. Dan ketika Anda adalah seorang manajer dan dipimpin oleh seorang wasit pria yang memberikan tekanan, Anda akan mudah menjadi frustrasi, tetapi dia hanya menanggapi keluhan dengan senyum atau gerakan untuk membuat Anda berhenti,” ujar Galtier.

Disambut gembira Juergen Klopp

Jurgen Klopp

Ditunjuknya Stephanie Frappart memimpin laga Piala Super Eropa 2019 disambut gembira oleh Manajer Liverpool FC, Juergen Klopp.

“Akhirnya. Saya merasa ini sudah saatnya. Saya pernah mengalami ini (dipimpin wasit wanita) di Jerman. Saya sangat senang kami bisa menjadi bagian dari momen bersejarah ini,” ujar pria Jerman itu.

Baca Juga : Klopp “Jantungan” Jelang Jumpa M City di Community Shield

“Merupakan keputusan yang cerdas untuk akhirnya meminta seorang wanita menjadi wasit pertandingan yang sangat, sangat penting,” lanjut Klopp dilansir Liverpool Echo, Selasa (14/8/19).

Klopp bahkan berkelakar kalau ia akan menampakkan wajah terbaiknya kepada Stephanie Frappart. Jurgen Klopp juga berharap, ini bukan terakhir kalinya wasit wanita memimpin pertandingan pria di kompetisi Eropa.

“Saya akan memperlihatkan wajah terbaik saya jika mungkin, kalau tidak ibu saya akan marah! Saya harap ini bukan yang terakhir, hanya itu yang bisa saya katakan,” katanya sambil tersenyum lebar.

*****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here