Home Kepulauan Riau

Razia Perut Lapar Ala Bripka Zulham, Siapa Saja Boleh Makan

Bripka Zulham
Bripka Zulham membuka lapak Razia Perut Lapar di kawasan Ganet Tanjungpinang, Senin (15/3/21). (F: Kepriprov.go.id)

Barakata.id, Tanjungpinang – Matahari berada persis di atas kepala saat Bripka Zulham tiba di kawasan Ganet, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (15/3/21). Pria berpostur tegap itu memerhatikan sekelilingnya, ada tumpukan sampah di mana-mana.

Di antara tumpukan-tumpukan sampah itu, Bripka Zulham melihat puluhan orang termasuk anak-anak kecil sedang mengumpulkan berbagai sampah plastik. Pemandangan itu membuat pria bernama lengkap Zulhamsyah Putra tersebut semakin mantap menggelar razia di kawasan tersebut.

Wabah virus corona yang mulai menyerang Tanjungpinang sejak Maret 2020 hingga sekarang, tak pernah menyurutkan semangat puluhan orang yang hari-harinya bekerja sebagai pemulung di antara tumpukan sampah itu.

BACA JUGA : Marlin: Tak Hanya Didengar, Suara Milenial Tentukan Arah Pembangunan Kepri

Tentu saja mereka takut tertular Covid-19, tapi mereka sadar bahwa mereka harus tetap bekerja agar bisa melanjutkan hidup.

Ketika jalan-jalan di ibu kota Kepri sempat sepi karena masyarakat takut keluar rumah, mereka tetap mengumpulkan sampah-sampah plastik dan lainnya untuk dijual.

Mereka jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, yang masyarakatnya gemar menyeruput segelas kopi pada pagi dan sore hari. Orang-orang yang sebagian waktunya berada di tumpukan sampah ini tidak peduli dengan isu pemerintahan dan politik pilkada yang dibahas di media sosial dan media massa.

Mereka tidak mengetahui kalau sampai sekarang di Tanjungpinang belum memiliki wakil wali kota. Mereka juga merasa tetap harus bekerja, meski Pilkada Kepri telah melahirkan pemimpin baru, Ansar Ahmad-Marlin Agustina.

Para pemulung itu seolah tidak peduli dengan bau yang menyengat di sekitar mereka. Sampah-sampah yang menggunung itu diobrak-abrik dengan kayu dan besi, dan sebagian sampah plastik dipisahkan dari tumpukan.

“Kami harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” kata Ila salah seorang pemulung seperti dilansir dari kepriprov.go.id,Senin (15/3/21).

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 13.00 WIB. Saatnya makan siang. Namun saat itu, anak-anak dan orang dewasa masih sibuk bekerja mengurai sampah yang semakin menumpuk.

Karena itu, saat ada mobil jenis jeep berwarna gelap tiba-tiba masuk ke kawasan tersebut, perhatian mereka terhadap tumpukan sampah menjadi teralihkan.

Mereka pun sempat menghentikan pekerjaannya sejenak seorang tidak pria separuh baya turun dari pintu depan mobil itu. Tidak seperti seorang tentara. Tidak pula seperti seorang polisi, meski mobil jenis jeep itu kerap digunakan oleh prajurit TNI dan Polri.

“Asalamualaikum. Apa kabar bapak dan ibu,” ucap pria itu menyapa para pemulung. Dialah Bripka Zulham.

Pria ini pun mengajak mereka untuk berkumpul, termasuk anak-anak. Mereka sudah berada di sekitar mobilnya, namun masih bingung melihat pria tersebut mengenakan baju lapangan polisi.

“Ayo, kita makan siang. Gratis, tidak usah bayar,” ajaknya sambil membuka pintu belakang mobil.

Wajah-wajah bingung itu pun bertukar sumringah. Tawa dan bahagia menggelora di wajah anak-anak, yang saat itu sudah dahaga dan lapar.

Bripka Zulham kemudian mulai membuka lapak, dibantu oleh istrinya menyajikan beragam aneka masakan rumahan.

“Saya ingin menangis, bercampur bahagia bersama mereka. Saya merasa bahagia dapat membantu mereka,” kata Zulham.

Para pemulung dan anak-anak di lokasi tempat pembuangan akhir sampah itu tampak lahap menyantap masakan dari Findianita, istrinya. Ikan, sayur-sayuran dan buah dalam waktu sekejap selesai dimakan oleh mereka.

“Lelah kami terbayarkan melihat mereka bahagia menikmati makanan ini,” ucap Findianita.

Selain membagikan makanan gratis, Zulham juga memberikan masker gratis kepada para pemulung. Masker itu bantuan dari Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando.

Intel Polisi Dalam dua bulan terakhir, tidak sedikit orang penasaran dengan aktifitas Zulham. Mereka mulai mencari tahu siapa Zulham.

Nama pria ini memang sedang “hits”. Meski berambut gondrong, Zulham berprofesi sebagai polisi. Pangkatnya Brigadir Kepala Polisi, yang menjabat
Sebagai Penjabat Sementara Kanit Intelkam KPPP Tanjungpinang.

Ia terahir dari keluarga yang sederhana. Sejak usia 8 tahun, Zulham sudah menjadi anak yatim. Misitawati Koto, ibunya, berdagang di pasar dalam kondisi buta.

Sejak melahirkan Zulham hingga sekarang, Misitawati Koto, belum pernah melihat wajah anaknya. Zulham merupakan matanya.

“Walaupun dalam kondisi buta, ibu masih bisa memakaikan pakaian anak-anaknya. Ibu luar biasa, kuat dan penyabar,” katanya.

Zulham mulai dikenal masyarakat Tanjungpinang setelah setiap hari menggelar “razia perut lapar”. Ia ingin mengubah “razia” yang terkadang membuang orang khawatir dan takut, menjadi sesuatu yang disukai dan dicari.

Ia berniat membagi rezeki dengan masyarakat yang kurang mampu, terutama yang terkena dampak dari pandemi COVID-19.

Namun Misitawati kerap mengingatkan putranya untuk tetap mengutamakan pekerjaannya.

Makanan yang diberikan kepada orang lain pun harus makanan yang dimakan oleh Zulham dan keluarganya.

“Saya memiliki usaha kecil-kecilan, yang hasilnya dapat dibagi untuk masyarakat kurang mampu melalui bantuan makanan ini. Saya rasa ini menjadi bermanfaat,” katanya.

BACA JUGA : Minum Es Apolo Tepi Jalan, Cara Ansar Ahmad Bantu Eksistensi UMKM

Awalnya, razia perut lapar hanya dilaksanakan di wilayah kerjanya, di sejumlah pelabuhan di Tanjungpinang dengan target tukang ojek, tukang becak dan buruh angkut. Namun dalam beberapa pekan terakhir, razia perut lapar mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Bahkan ada seseorang yang berprofesi sebagai tukang becak pelabuhan setiap hari memberi bantuan uang dari penghasilannya. Tukang becak ini mengajari banyak orang tentang kebaikan dan kejujuran dalam kehidupan.

“Dukungan teman-teman wartawan dan organisasi Off Road pun sangat besar, hingga kami dapat menebar kebaikan hingga ke Bintan,” ucapnya.

Diapresiasi Warga dan Pimpinan

Ucapan terima kasih, apresiasi dan penghargaan silih berganti diberikan berbagai pihak kepada Zulham. Kapolda Kepri Irjen Aris Budiman dan Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando pun mendukung aksi sosial yang dilakukan anak buahnya.

“Apa yang dilakukan Zulham merupakan kebaikan, yang dibutuhkan masyarakat,” kata Irjen Aris saat berkunjung ke lokasi razia perut lapar di sekitar Pelabuhan Sri Bintan Pura.

Kapolda dan Kapolres Tanjungpinang juga memberi bantuan kepada Zulham.

“Zulham telah melakukan perbuatan terpuji untuk dirinya, keluarganya, institusi tempatnya bekerja, dan kepada orang lain yang menerima bantuan tersebut,” ucap Fernando.

Zulham tidak menyangka razia perut lapar mendapat sambutan positif dari pimpinannya dan berbagai elemen masyarakat. “Saya hanya ingin melakukan kebaikan dengan ikhlas. Semoga ini berjalan terus-menerus sehingga banyak warga yang terbantu,” katanya.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin