Warta Kepulauan Riau Pertama Kali, Batam Raih Predikat Kota Sehat

Pertama Kali, Batam Raih Predikat Kota Sehat

16
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi

Barakata.id, Batam – Untuk pertama kaliy, Kota Batam meraih predikat sebagai Kota Sehat level Padapa. Penghargaan rencananya akan diserahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian di Jakarta, Selasa (19/11/19).

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dijadwalkan bakal ke Jakarta untuk menerima penghargaan tersebut.

“Kita dapat Kota Sehat, level pertama, Padapa. Ini perdana kita dapat. Kita memang agak sedikit terlambat start,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi di Batam Centre, Senin (18/11/19).

Baca Juga : Pemko Batam Bersihkan 9 Titik Drainase Rawan Banjir

Didi mengatakan ada tujuh tatanan yang dinilai untuk kota sehat ini. Yaitu kawasan permukiman, sarana dan prasarana umum; kawasan sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi; kawasan industri dan perkantoran sehat; kawasan pariwisata sehat; ketahanan pangan dan gizi; kehidupan masyarakat sehat yang mandiri; serta kehidupan sosial yang sehat.

“Untuk level padapa ini hanya dua tatanan. Kawasan permukiman, sarana dan prasarana umum. Dan tatanan ketujuh, kehidupan sosial yang sehat,” katanya.

Lokasi yang dikunjungi saat penilaian ada beberapa titik. Di antaranya Kaveling Mangsang dan Puri Agung IV untuk kegiatan permukiman sehat.

Kemudian SMPN 26 sebagai sekolah adiwiyata dan sekolah sehat, Puskesmas Tiban Baru untuk fasilitas pelayanan kesehatan sehat, kampung anti narkoba Kibing, kampung toga Kaveling Sambau, dan bank sampah Allium Sei Langkai.

“Inovasi yang masyarakat sudah lakukan, banyak. Misal gerakan jamilah, jangan lupa memilah sampah. Ada juga tumama, satu rumah lima toga. Kemudian sikancil, kader kesehatan cilik,” sebutnya.

Di tingkat sekolah, inovasinya antara lain kantin yang tidak menjual makanan jadi dalam kemasan. Tapi hanya makanan olah yang dibuat pengelola.

Kemudian murid-murid membawa kotak bekal makanan dan tumbler minuman sehingga meminimalisir sampah. Kantin juga tidak menggunakan styrofoam dalam membungkus makanan.

Baca Juga : Pemko Batam Awasi Transaksi Pajak Restoran dengan Teknologi Nirkabel

Didi menegaskan, program kota sehat ini, bukan hanya kegiatan pemerintah daerah tetapi melibatkan semua unsur masyarakat.

“Penyelenggaraan program kota sehat tujuan akhirnya bukan penghargaan tetapi supaya terjalin hubungan kemitraan pemerintah daerah dengan masyarakat dalam pembangunan,” ujarnya.

*****

Penulis : Ali Mhd

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here