Pemko Batam Bersihkan 9 Titik Drainase Rawan Banjir

7
Alat berat mengankat dedimen lumpur di salah satu drainase di Batam, baru-baru ini. (F: Media Center Batam)

Barakata.id, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melakukan normalisasi drainase atau saluran air di 9 titik yang rawan banjir. Kegiatan bersih-bersih drainase itu dilakuka Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Batam.

Kepala Dinas BMSDA Kota Batam, Yumasnur mengatakan, Batam saat ini memasuki musim penghujan. Karena itu, pihaknya melakukan kegiatan antisipasi pencegahan untuk mengatasi persoalan banjir di sejumlah wilayah yang selama ini menjadi langganan banjir.

Ada 9 titik drainase yang dilakukan normalisasi. Pembersihan dilakukan dengan menggunakan alat berat eskavator.

Yumasnur mengatakan, titik-titik drainase yang dinormalisasi di antaranya berada di wilayah Melcem, Kelurahan Tanjungsengkuang Kecamatan Batuampar. Lokasi tersebut termasuk yang rawan bannjir setiap kali Batam diguyur hujan.

“Di sini kemarin langganan banjir. Ada dua titik di Melcem yang kita normalisasi drainasenya yakni di RW 6 dan RW 19. Saat ini masih berlangsung normalisasinya,” kata Yumasnur di Batam Centre, kemarin.

Selain di Batuampar, normalisasi drainase juga dilakukan di kecamatan-kecamatan lain. Seperti di Bengkong Sadai tepatnya sekitar Sekolah Mondial dan di Sei Nayon. Kemudian di Tanjungpiayu Kecamatan Seibeduk.

“Untuk yang di Sei Nayon Sadai itu kita normalisasi drainase lingkungan,” ujarnya.

Normalisasi juga dilaksanakan di Sagulung, di dekat Candi Bentar. Masih di kecamatan yang sama, tim BMSDA juga menormalkan aliran air di belakang SP Plaza.

Baca Juga : Banjir Bengkulu, Buah Salah Urus Sumber Daya Alam

Tak jauh dari lokasi tersebut, tepatnya di Perumahan Laguna Marina City Kecamatan Sekupang pun tengah dilakukan normalisasi drainase. Dan terakhir, normalisasi dikerjakan di sekitar lokasi industri taiwan di Kecamatan Nongsa.

“Selain mengangkat sedimen dan lumpur dari drainase, tim juga membersihkan drainase ini dari tanaman seperti rumput liar hingga pohon-pohon pisang,” kata dia.

Dalam bekerja, tim BMSDA menurunkan alat berat berupa ekskavator. Dan ekskavator amfibi diturunkan untuk normalisasi di beberapa lokasi, seperti Bengkong Sadai.

*****

Penulis : Ali Mhd

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here